Bengkel Mobil di Pamanukan Ludes Terbakar

Daerah

Senin, 17 Juni 2019 | 14:02 WIB

190617140451-bengk.jpeg

Dally Kardilan

Petugas Damkar Satpoldam Subang sedang memadamkan kobaran api yang membakar bengkel mobil Sumber Alam, Pamanukan.

DI saat warga sedang tertibur, termasuk pemilik bangunan bengkel mobil Sumber Alam dikejutkan dengan adanya api yang membakar dan menghanguskan seluruh bangunan termasuk barang yang ada di Jalan Cece Jakaria No. 92 Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan Subang, Senin (17/6/2019) pagi.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 Wib dan diketahui oleh pemiliknya sendiri bernama Djalipto (62). Korban terkejut begitu bangun listrik padam dan terlihat ada jilatan api di dalam bengkelnya dan saat berusaha akan memadamkanya malah membesar.

Kapolres Subang, AKBP H Muhammad Joni melalui Kapolsek Pamanukan, Kompol Dadang Cahyadiwan yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Bahkan pihaknya begitu mendapat laporan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara guna mengamankan lokasi, termasuk menghubungi unit Damkar Pamanukan.

Keterangan saksi korban sendiri mengakui kalau dirinya saat bangun tidur sekira pukul 04.00 Wib sudah terjadi kebakaran kecil diduga dari salah satu mesin bengkel yang otomatis menyala sendiri hingga terjadi konsleting listrik dari mesin tersebut. Kemudian api membesar karena banyak barang yang mudah terbakar.

“Hasil pemeriksaan sementara diduga kuat dari hubungan pendek arus listrik yang ada di salah satu mesin di dalam bengkel hingga meluluh lantakan perabotan dan asesoris. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 4 milyar, " jelas Kapolsek.

Kepala Bidang Damkar Satpoldam Subang, Dede Rosmayandi didampingi Kasi Pemadaman dan Penyelamatan, Wawan Irawan mengakui kalau pihaknya mendapat laporan sekira pukul 04.37 Wib ke unit Damkar yang ada di Pamanukan.

“Kendaraan yang standby di Pamanukan hanya satu sehingga kita dorong 2 kendaraan lagi dari Mako Damkar Subang sebanyak 2 kendaraan hingga jumlahnya 3 unit, " katanya.

Proses pemadaman memang memerlukan waktu lebih dari 1 jam karena banyak barang yang mudah terbakar, dan berhasil dikuasai hingga tuntas pendinginan pada pagi hari sekira pukul 06.00 WIB.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR