Bupati, Ketua MUI, FKUB dan SBSI Kabupaten Ciamis

Himbau Masyarakat Tidak Perlu Berangkat ke Jakarta

Daerah

Minggu, 16 Juni 2019 | 17:40 WIB

190616174418-himba.jpg

istimewa

Reaksi penolakan terhadap aksi demonstrasi pada persidangan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) terus bergulir. Bupati Ciamis, H. Hidayat Sunarya, mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Ciamis agar tidak terprovokasi dengan berbagai hal yang belum jelas kebenarannya.

“Tidak perlu ada pengerahan massa. Mari kita wujudkan perdamaian dengan tidak mudah menyebar berita hoaks dan tidak mudah terprovokasi sehingga menyebabkan situasi jadi kurang kondusif,” tegasnya saat dihubungi, Sabtu (15/06/2019).

Setelah Sidang Gugatan Pilpres 2019 MK perdana digelar, Jum’at (14/06/2019), sidang selanjutnya rencananya digelar, Senin (17/06/2019). Namun MK memutuskan jadwal sidang lanjutan Pilpres 2019 diundur menjadi Selasa (18/6/2019).

Selanjutnya MK akan menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan pembuktian. Hal ini termasuk rangkaian dalam proses persidangan sengketa yang rencananya digelar, Senin (24/06/2019).

Sidang terakhir akan digelar hari berikutnya, Selasa – Rabu (25-27/06/2019), dengan agenda Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH). Selanjutnya Mahkamah Konstitusi akan membacakan Putusan Sengketa Pilpres, Jum’at (28/06/2019) mendatang.

Tidak Perlu Berangkat ke Jakarta
Bupati juga mengimbau masyarakat Kabupaten Ciamis tidak perlu berangkat ke Jakarta dalam rangka aksi massa sengketa pilpres. "Kita percayakan pada pihak-pihak yang berwenang," tambahnya.

Himbauan yang sama juga disampaikan Ketua MUI kabupaten Ciamis, KH Ahmad Hidayat. “Kami menolak aksi anarkis dan mengajak masyarakat menjaga kondusifitas di Kabupaten Ciamis. Masyarakat sebaiknya tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun,” terang Ahmad Hidayat.

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ciamis, KH Koko Komarudin juga menolak aksi anarkis dan mengajak masyarakat menjaga kondusifitas Kabupaten Ciamis. “Hendaknya kita menjaga keberadaan kita ini sebagaimana yang kita harapkan dengan tidak mengajak orang untuk melakukan tindakan anarkis yang merugikan semua pihak,” ujar Koko.

Pihaknya turut menolak semua tindakan yang bisa merugikan. “kita tunggu saja hasil dari Mahkamah Kosntitusi. Semoga kita bisa menjalaninya dengan baik pula,” sambung dia.

Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Ciamis, Anto menyampaikan hal yang sama. “Saya Ketua SBSI Kapupaten Ciamis menolak aksi rusuh dan anarkis. Mari kita cintai negara Republik Indonesia. Jangan mudah terprovokasi pihak manapun dengan hal-hal yang tidak baik,” terangya.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA