Terkesan Lamban, Kinerja Bupati Sumedang Mulai Disorot

Daerah

Minggu, 16 Juni 2019 | 11:49 WIB

190616115040-terke.jpg

KINERJA kepemimpinan Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, mulai disorot banyak pihak. Pasalnya sejak dilantik pada 20 September 2018 hingga kini,  pembangunan di Sumedang belum sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

Seprti dilontarkan Ketua Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN) Madun Haryadi.

"Saya melihat, belum ada progres yang menonjol dari kepemimpinan Bupati Sumedang sekarang. Bahkan kalau saya boleh menilai, jika dibanding dengan kurun waktu yang sama, tingkat penyerapan anggaran tahun ini terjadi penurunan. Salah satu indikasinya, bisa dilihat dengan belum adanya  pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan lain sebagainya," kata Madun, Minggu (16/6/2019).

Ia mengungkapkan, ada berbagai bantuan dari pusat melalui APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) dan bantuan Pemerintah Propinsi (APBD Ptovinsi),  belum diserap. Sementara  masa tahapan penyerapan  sudah dipenghujung triwulan II.

"Ironisnya lagi, ada beberapa paket pekerjaan yang sudah dilelangkan, serta rekanannya sudah selesai melaksanakan kewajibannya (menyelesaikan pekerjaan 100%), belum bisa mencairkan uang (menagihkan), karena proses penyerapan anggarannya, diduga mandek di meja Bupati," ungkapnya,

Selain itu, Madun menyinyalir adanya "drama" politik yang kini tengah dimainkan menjelang rotasi dan promosi jabatan, yang bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Ia bahkan mengendus adanya dugaan skenario, untuk "menumbalkan" pejabat yang tidak disukai supaya berurusan dengan hukum. Sehingga pada akhirnya akan dijadikan dasar untuk disingkirkan (tidak diberi jabatan).

"Isu itu saya serap dari penegak hukum  mitra saya di Jawa Barat.  Saya  bisa pegang ucapannya.  Saya pun tahu dengan risikonya.  Tapi saya tegaskan, saya  siap berhadapan dengan hukum untuk  mempertanggungjawabkannya," tegasnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA