450 Prajurit TNI Yonif Raider 303/SSM Kostrad dari Garut Berangkat ke Perbatasan Indonesia-Malaysia

Daerah

Jumat, 14 Juni 2019 | 22:04 WIB

190614220535-450-p.jpg

Agus Somantri

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, bersama Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna saat pelepasan pemberangkatan prajurit Yonif Raider 303 Kostrad yang akan melaksanakan Satgas Pamtas (pengamanan perbatasan) RI-Malaysia, di lapangan Markas Yonif Raider 303/SSM Cibuluh, Kabupaten Garut, Jumat (14/6/2019)

SEBANYAK 450 prajurit TNI Yonif Raider 303/SSM Garut diberangkatkan ke Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, Jumat (14/6/2019). Ratusan prajurit TNI tersebut akan bertugas untuk melakukan pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia guna menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pemberangkatan prajurit TNI itu dipimpin langsung Komandan Batalyon Infanteri Raider 303/SSM, Letkol Inf Taufik Ismail, dan dilaksanakan secara upacara dengan inspektur upacara Wakil Bupati Garut Helmi Budiman di lapangan Markas Yonif Raider 303/SSM Cibuluh, Kabupaten Garut, Jumat (14/6/2019).
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, merupakan kehormatan bisa berkesempatan memimpin langsung pelepasan para prajurit yang akan berangkat untuk pengamanan di perbatasan.
"Suatu kehorhamatan dapat menjadi inspektur upacara dalam rangka pemberangkatan prajurit Yonif Raider 303 Kostrad yang akan melaksanakan Satgas Pamtas (pengamanan perbatasan) RI-Malaysia," ujarnya 
di Batalyon Infanteri Raider 303/SSM, Cibuluh Kabupaten Garut, Jumat (14/6/2019).
Helmi pun mengungkapkan rasa bangganya bisa melepas para prajurit terbaik yang akan melaksanakan tugas negara untuk menjaga NKRI di daerah perbatasan sehingga rakyat Indonesia merasa tenang dan aman.
Menurut Helmi, keberangkatan prajurit-prajurit terbaik TNI ini dalam rangka menjalankan tugas negara, melakukan pengamanan wilayah perbatasan dengan negara Malaysia yang tentunya dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Keberadaan TNI di negara perbatasan merupakan bukti kecintaan terhadap negara dan rakyat Indonesia, sehingga rakyat bisa melakukan berbagai aktivitas sehari-harinya dengan tenang," ucapnya.
Helmi menyebut, rasa aman di Indonesia itu tidak lain ada peran penting para prajurit TNI yang melakukan penjagaan di daerah perbatasan, sehingga tidak ada pihak yang berani merongrong dan mengganggu keamanan negara.
"Di saat kami sedang terlelap tidur, di saat kami berbahagia berkumpul dengan keluarga, dan di saat kami merasa nyaman melakukan berbagai aktivitas, dibalik itu semua terdapat ribuan anggota TNI yang tengah bertugas menjaga kami dari berbagai gangguan yang dapat merongrong keamanan negara," katanya.
Hemi pun berharap, ketulusan dan pengorbanan para prajurit TNI, orang tua maupun anak dan istrinya merupakan bagian dari ibadah dan selalu mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, Helmi juga berharap selama melaksanakan tugas di perbatasan, berjalan dengan lancar dan selalu dalam keadaan sehat hingga akhirnya dapat kembali bersama berkumpul dengan keluarga, terutama keluarga besar di Yonif Raider 303/SSM Kostrad, Garut.
"Senantiasa dalam perlindungan dan rahmat Allah SWT, senantiasa diberikan kelancaran maupun kemudahan dalam menjalankan tugas, serta kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA