Kejaksaan Negeri Garut Endus Persoalan Proses Lelang di ULP

Daerah

Kamis, 13 Juni 2019 | 18:59 WIB

190613190157-kejak.jpg

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Kabupaten Garut mengendus bermasalahnya proses lelang sejumlah kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Garut, Jawa Barat. Bahkan, dalam proses lelang diduga adanya modus kongkalingkong.

"Sudah ada informasi yang masuk banyaknya persoalan pada proses lelang. Selain kita endus permasalahan ini sedang kita dalami," ujar Kasie Intel Kejari Garut, Dodi Wicaksono, Kamis (13/6/2019).

Dikatakan Dodi, aroma bermasalahnya dalam proses lelang yang dilaksanakan pokja ULP, dilontarkan pula oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan pada saat acara halal bihalal dengan mencium modus-modus dalam proses pemenangan pihak ketiga untuk mendapatkan pekerjaan.

"Ada beberapa dokumen syarat lelang yang tidak sesuai dengan yang disyaratkan. Bahkan, aroma bermain uang juga kita sudah mendengarnya. Yang jelas kita akan tindak tegas sesuai hukum jika ada bukti yang kuat," tegasnya.

Ia juga menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan memanggil seluruh pokja ULP Garut, termasuk mempertanyakan ada beberapa kegiatan yang sudah dimenangkan oleh pihak ketiga dan tidak sanggup untuk melaksanakannya.

"Ada dua paket kegiatan yang sudah dimenangkan oleh perusahaan tetapi kegiatannya tidak dilaksanakan, seperti pengadaan barang ban kendaraan pengangkut sampah dan pengadaan truk. Keduanya di Dinas Lingkungan Hidup. Kita akan telusuri apa yang menjadi penyebabnya," tegasnya.

Diketahui, Bupati Garut sangat kecewa dengan pihak perusahaan yang memenangkan lelang pengadaan ban kendaraan roda empat tersebut. "Itu juga disampaikan pada saat halal bihalal," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR