Bupati Pangandaran Serukan Perdamaian

Daerah

Kamis, 13 Juni 2019 | 18:47 WIB

190613185435-bupat.jpg

Agus Supriyatman

BUPATI Pangandaran, Jeje Wiradinata mengajak segenap komponen masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk melupakan perselihan seusai hiruk pikuk pemilu 2019. Hal itu diungkapkan Jeje saat deklarasi diacara halal bihalal yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Pangandaran, Kamis (13/6/2019).
Dalam deklarasi ajakan perdamaian tersebut, Bupati Jeje meminta semua elemen masyarakat bisa menjaga ketertiban, keamanam, kerukunan dan ketentraman bangsa negara serta kehidupan beragama dan bermasyarakat, dimana pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU RI), telah melasanakan penetapan rekapitulasi penghitungan suara yang saat ini menginjak tahapan Sidang Gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK)
Deklarasi tersebut diungkapkan bupati dihadapan ratusan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh Pemuda serta tokoh ormas yang ada di Kabupaten Pangandaran. “Kami menolak dan menentang segala bentuk kerusuhan, kekerasan, berikut berita Hoax dan sejenisnya, karena NKRI Harga mati," ucapnya.
Di tempat terpisah M Zainal mengatasnamakan Yayasan Hidayatul Sholat atau para pencinta sholawat di Kabupaten Pangandaran mengutuk keras kerusuhan atau permusuhan yang ada di Indonesia.
"Kami tidak suka dan sangat membenci atas tindakan tindakan yang mengakibatkan atau yang menimbulkan ketidaksetabilan bagi rakyat Indonesia, karena bagi kami NKRI adalah harga mati," katanya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR