Hingga Pertengahan 2019, Sudah Terjadi 49 Kasus Kebakaran di Garut

Daerah

Rabu, 12 Juni 2019 | 19:54 WIB

190612195542-hingg.jpg

Agus Somantri

Kebakaran yang melanda rumah warga di Kampung Sayuran, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (11/6/2019).

HINGGA pertengahan 2019 ini, sedikitnya sudah terjadi 49 kasus kebakaran di sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut hingga mengakibatkan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji mengatakan, setiap pergantian musim dari musim hujan ke musim kemarau potensi terjadinya peristiwa kebakaran selalu mengancam di berbagai daerah di Kabupaten Garut. 
"Khususnya di daerah rawan kebakaran seperti di wilayah yang syarat padat penduduk," ujarnya, Rabu (12/6/2019).
Menurut Aji, pada dasarnya pihaknya selalu siap siaga 24 jam dan langsung melakukan penindakan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) atau mengacu pada respon time atau ketepatan waktu dalam penindakan dengan rasio jarak tempuh 7,5 km harus bisa bertindak dalam 15 waktu 15 menit.
Selain dalam upaya penindakan, terang Aji, pihaknya juga dibantu oleh satuan sukarela kebakaran (Satlakar) dari unsur masyarakat yang telah diberikan pelatihan oleh institusinya, seingga jika terjadi kebakaran maka bisa cepat lapor dan melakukan penindakan dasar.
"Kami sudah membentuk satlakar disejumlah kecamatan yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Disamping itu, kami juga kerap melakukan simulasi dibeberapa lembaga," ucapnya.
Aji menyebut, hingga pertengahan tahun 2019 ini sudah terjadi sebanyak 49 kasus kebakaran di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut. Namun menurutnya jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun lalu yajni sebanyak 60 kasus pada periode yang sama.
Aji menambahkan, rata-rata terjadinya peristiwa kebakaran diakibatkan oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting, regulator gas elpiji hingga disebabkan oleh tungku api.  
"Meski tidak sampai mengakibatkan koban jiwa, namun telah menimbulkan kerugian materi hingga puluhan miliar rupiah," katanya.  

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR