Pemimpin Muda di Kabupaten Tasikmalaya, Kebutuhan Zaman Now

Daerah

Rabu, 12 Juni 2019 | 19:01 WIB

190612190210-pemim.jpg

Septian Danardi

MENJELANG pemilihan kepala daerah yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya, maka tema tentang figur pemimpin menjadi bahasan yang cukup menarik. Apalagi boleh dianggap situasi politik di Kabupaten Tasikmalaya cukup cair untuk saat ini. Sehingga membuka peluang untuk semua figur terbaik di Kabupaten Tasikmalaya maju menjadi calon pemimpin pilihan rakyat.

Menurut Koordinator Jaringan Pemantau Pemilu Independen (JPPI) Tasikmalaya, Tete Shihabudin, figur pemimpin muda cukup mengemuka akhir-akhir ini di Kabupaten Tasikmalaya. Karena melihat berbagai potensi yang dimiliki, diantaranya potensi pemilih yang cukup banyak.

Berdasarkan data KPU kabupaten Tasikmalaya tahun 2018 saja ada 23 ribu pemilih pemula yang masuk dalam DPT. Jika disandingkan dengan data BPS, tahun 2017 ada 470.641 jiwa penduduk Kabupaten Tasikmalaya rentang usia 20 – 39 tahun.

"Sesuai dengan perkembangan zaman hari ini, yang mana arus teknologi informasi sangat pesat berkembang, semakin banyak tantangan yang harus dihadapi yang berkaitan dengan teknologi. Maka dibutuhkan figur-figur pemimpin yang mampu menjawab tantangan itu, tantangan revolusi industri 4.0 yang sekarang menjadi kejaran di setiap negara, termasuk di Indonesia," kata Tete, Rabu (12/6/2019).

Hal tersebut, kata Tete, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Tasikmalaya, mengingat Indonesia sendiri sekarang mulai fokus dalam mengembangkan industri 4.0. Bahkan Kementerian Perindustrian telah merancang sebuah roadmap untuk mengimplementasikannya, yang disebut dengan Making Indonesia 4.0.

Roadmap tersebut berisi sejumlah strategi pemerintah untuk bisa bersaing di era indsutri 4.0. Lima teknologi utama yang menjadi perhatian untuk ditingkatkan adalah Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, dan teknologi 3D Printing.

"Kabupaten Tasikmalaya juga mengalami krisis kepemimpinan, karena sampai saat ini kita belum melihat seorang pemimpin dengan visi yang jelas. Terbukti dari pembangunan yang belum jelas arahnya, baik pembangunan SDM maupun infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya berjalan seadanya seakan tanpa konsep yang matang," ujarnya.

Padahal, lanjut Tete, potensi sangat melimpah untuk dimaksimalkan, potensi kekayaan alam, potensi pariwisata, sampai potensi pembangunan manusianya yang mana Kabupaten Tasikmalaya sangat kaya akan lembaga pesantren.

Menurut Tete, Potensi lain yang sebenarnya bisa dimaksimalkan oleh Kabupaten Tasikmalaya adalah angka usia produktif yang cukup tinggi. Berdasarkan data BPS tahun 2017 jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya rentang usia 20 – 39 tahun ada 470.641 jiwa. Tentu ini jumlah yang tidak bisa dianggap sedikit, jika pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mampu memaksimalkan potensi ini dengan dibekali keterampilan industri kreatif contohnya, maka bisa menambah daya saing Kabupaten Tasikmalaya.

"Figur-figur muda Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu tampil untuk menjadi bagian dari solusi, ikut terlibat bersama rakyat untuk membangun Kabupaten Tasikmalaya. Karena dibutuhkan karakteristik generasi muda untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, dibutuhkan figur pemimpin yang progresif, energik, aktif, visioner, serta pekerja keras," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA