Kasus Pasar Leles Sudah Ditangani Kejati Jabar

Daerah

Rabu, 12 Juni 2019 | 17:51 WIB

190612175250-kasus.jpg

Radar Priangan

POLEMIK kasus proyek pembangunan Pasar Leles terus berlanjut. Apalagi Bupati Garut Rudy Gunawan, SH, MH mengakui pembangunan tersebut menjadi temuan BPK dan ada kerugian uang negara sebesar Rp800 juta.

Akibatnya pembangunan yang dibiayai APBD Garut tahun 2018 sebesar Rp26 miliar mangkrak dan dikeluhkan oleh para pedagang.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Kepala Seksi Intelejen Kejari Garut, Dodi Wicaksono mengaku, kasus pembangunan pasar Leles sudah ditangani oleh Kejati Jabar.

"Kasusnya sudah ditangani Kejati Jabar, kita konsen menangani kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan DPRD Garut," ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Sementara Pusat Informasi dan Studi Pembangunan (PISP) Kabupaten Garut mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kasus pembangunan pasar Leles.

"Pansus pembangunan pasar Leles harus segera di bentuk. Yang mana pansus dapat menelusuri kerugian uang negara sebesar Rp800 juta tersebut," ucap Hasanudin.

DPRD Garut, jelas Hasan, tidak bisa tinggal diam saja melihat proyek pembangunan Pasar Leles yang gagal dan telah merugikan negara. Sebagai lembawa legislatif, dewan harus ikut mengurai permasalahan yang terjadi dalam pembangunan Pasar Leles.

“DPRD harus buat Pansus. Ini sudah jelas-jelas merugikan negara dan para pedagang Pasar Leles, ini rekomendasi dari kita," ujar Hasanuddin.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR