PISP Desak BPK Audit Khusus Proyek Pasar Leles

Daerah

Rabu, 12 Juni 2019 | 17:12 WIB

190612171429-pisp-.jpg

Agus Somantri

PUSAT Informasi dan Studi Pembangunan (PISP), mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit khusus terhadap proyek pembangunan Pasar Leles senilai Rp 26 miliar.

Ketua Badan Pakar PISP, Hasanudin, mengatakan, pihaknya mencium kerugian negara yang terjadi bisa lebih besar dari yang disampaikan BPK pada laporan regulernya.

“Kemarin itu kan pemeriksaan reguler, BPK menemukan kerugian negara hingga Rp 800 juta untuk Pasar Leles,” ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Hasanudin menilai, audit khusus ini diperlukan mengingat proyek pembangunan Pasar Leles adalah proyek gagal. Karena, menurutnya sampai saat ini penerima manfaatnya yaitu para pefagang Pasar Leles belum bisa menikmatinya.

“Beda dengan proyek Puskesmas yang dikeluhkan bupati, Pasar Leles ini bangunannya saja tidak selesai, proyeknya terhenti ditengah jalan,” ucapnya.

Hasanudin menyebut, audit khusus juga diperlukan untuk memudahkan aparat penegak hukum melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab secara hukum atas gagalnya proyek tersebut.

“Laporan BPK saat ini bisa jadi data awal untuk aparat penegak hukum bergerak melakukan penyelidikan. Ini sudah cukup,” ujarnya.

Hasanudin menambahkan, audit khusus terhadap salah satu pembangunan proyek sendiri bisa dilakukan BPK atas permintaan aparat hukum atau masyarakat.

"Audit ini, untuk menelusuri lebih jauh berbagai dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek dan juga menghitung kerugian negara yang terjadi dari proyek tersebut," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR