IKMAL Tuntut Keadilan bagi Daerahnya yang Masih Termarjinalkan

Daerah

Selasa, 11 Juni 2019 | 20:16 WIB

190611201701-ikmal.jpg

PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Langkaplancar (IKMAL) menuntut keadilan untuk daerahnya yang dianggap masih termarjinalkan dari segi infrastruktur. Untuk menyalurkan aspirasinya mereka melakukan audiensi dengan stakeholder terkait di kantor DPRD setempat, Selasa (11/6/2019).

Hadir dalam audensi tersebut perwakilan dari Dinas Perhubungan dan PLN Kab Pangandaran. Namun tidak ada anggota dewan setempat yang hadir.

Dalam tuntutannya, mahasiswa yang dimotori Imam Farid menyampaikan beberapa permasalahan yang dianggap mendesak untuk keperluan masyarakat di wilayah Kecamatan Langkaplancar, seperti soal listrik yang sering mati mendadak.

Menurut Imam, hal tersebut sangat merugikan bagi masyarakat secara langsung selaku konsumen yang memiliki hak sama dengan masyarakat lainnya.

"Namun sayang, ternyata pihak PLN Pangandaran tidak mampu berbuat banyak. Diminta komitmen untuk menandatangi fakta integritas saja mereka tidak mau," ujar Korlap IMKAL, Dadan.

Kedua, lanjut Dadan, terkait penerangan jalan umum (PJU) di Langkaplancar sangat langka. Padahal kalau menimbang aspek objektif, kecamatan Langkaplancar adalah kecamatan yang paling memerlukan penerangan karena masih wilayah pedesaan.

"Kita sedih ketika beberapa waktu lalu ada kecelakaan di Desa Pangkalan, Langkaplancar yang disebabkan kurangnya penerangan," tambahnya.

Namun pihak Dishub pun tidak berani menandatangi MoU dari IKMAL. Mereka malah melempar masalah ini kepada DPRD komisi 3 yang tidak hadir dan tidak mampu memberikan pengaruh yang kuat untuk merealisasikan aspirasi dari dapilnya.

"Mungkin gara-gara bukan kadisnya langsung yang datang, sehingga mereka hanya menyampaikan alasan-alasan yang tidak terlalu strategis," ujar Dadan.

"Kita berharap Bupati Pangandaran segera merespon hal ini. Jangan hanya pembangunan dibibir pantai yang diprioritaskan, Kami juga masyarakat Pangandaran berikan hak yang sama, jadilah bupati yang adil," tendas Dadan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR