Bupati Garut Soroti Proses Lelang, Endus Modus Kongkalingkong

Daerah

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:04 WIB

190611150546-bupat.jpg

MENYIKAPI adanya dugaan kolusi dalam proses lelang pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Bupati Garut Rudy Gunawan, meminta untuk segera melaporkan dugaan tersebut. Terlebih dalam pembangunan Pasar Leles yang anggaran mencapai Rp26 Miliar, Pemkab mengalami kerugian oleh ulah kontraktor.

"Ya, kalau menemukan kolusi laporkan saja. Proyek Pasar Leles gagal dan dirugikan oleh ulah kontraktor yang menjadi pemenang lelang," ujar Rudy, Selasa (11/6/2019).

Dikatakan Rudy, dalam proses lelang tersebut dirinya sudah mengendus modus-modus yang selama ini menjadi perhatian. Ada empat modus, pertama dari saling kenal antara kontraktor dan ASN yang ada di ULP, kedua dekat dengan perencana, ketiga mengatur calon pemenang lelang dan ke empat adanya kongkalingkong dengan panitia lelang.

"Kita sudah mengetahui modus-modusnya dan menjadi perhatian, itu bukti kolusi yang saya perhatikan dan temukan," katanya.

Untuk itu, kata Ia, Pemkab Garut dalam proses lelang akan bersungguh-sunguh memperbaiki. Terutama dalam proses penandatanganan kontrak akan dilakukan dalam setiap apel.

"Kita ingin mengetahui direktur utamanya langsung, selama ini selalu dikuasakan atau disubkontraktorkan pekerjaannya, kami pingin keseriusan para direktur utamanya," cetusnya.

Bukan saja terjadi pada pembangunan pasar Leles, sekarang saja jelas Rudy, pengadaan ban untuk kendaaraan truk pengangkut sampah, pemenangnya sudah ada tetapi barangnya tidak kunjung datang. Padahal waktunya sampai bulan Mei 2019 lalu.

"Ya, perusahaan yang menang dalam lelang pengadaan ban itu perusahaan tidak ada keseriusan. Sampai sekarang tidak datang. Itu perusahaannya akan kita blacklist termasuk juga pengadaan kendaraan truk sama tidak serius," tegasnya.

Sementara Koordinator Koalisi Masyarakat Bersatau (KMB) Garut, Abu Musa Hanif menilai, temuan modus dalam proses lelang oleh Bupati Garut, seharusnya disikapi dengan tegas oleh Bupati Garut. Jangan sampai membuat manuver politik.

"Kalau memang adanya indikasi modus kongkalingkong dalam proses lelang, bupati harus tegas merombak semua yang ada di ULP," cetus Abu.

Abu menuturkan, pelaksana pembangunan pasar Leles contohnya sudah jelas merugikan keuangan negara sebesar Rp800 juta. Perlu diketahui, siapa yang membawa pengusaha tersebut ke Garut.

"Jelas kongkalingkong sangat kuat, pelaksana Pasar Leles saja yang membawa perusahaannya itu orang yang dekat dengan Bupati Garut. Nah, kalau sudah terjadi gagal kenapa baru sekarang bilang ada kongkalingkong. Jangan cuci tangan begitu saja," katanya.

Abu mendesak, bukan saja merombak ULP melainkan Bupati Garut harus berani membubarkan ULP yang sudah jelas tidak benar dalam bekerja proses lelang.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA