Api Lalap Bangunan SMPN 1 Leuwigoong

Daerah

Minggu, 26 Mei 2019 | 21:58 WIB

190526215928-api-l.jpg

Agus Somantri

Api menghanguskan sejumlah ruangan di SMPN 1 Leuwigoong di Desa/Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Minggu (26/5/2019).

BANGUNAN Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Leuwigoong di Desa/Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut terbakar, Minggu (26/5/2019). Akibatnya, sejumlah ruangan di sekolah tersebut hangus.

Kapolesk Leuwigoong, Iptu Iwan Soleh, menyebutkan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat warga tengah mempersiapkan untuk berbuka puasa.      

"Kejadiannya sekitar pukul 17.30 petang tadi saat orang-orang tengah mempersiapkan untuk buka puasa," ujarnya, Minggu (26/5/2019).

Menurut Iwan, aparat dan warga sekitar langsung berupaya untuk memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, namun hembusan angin yang cukup kencang  membuat api semakin membesar sehingga sulit dipadamkan.

Ia menyebut, kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah ke lokasi datang tiga unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut sekitar pukul 19.40 WIB. Dengan dibantu aparat dan warga sekitar, petugas Damkar berupaya keras melokalisir api agar tidak merembet ke ruangan lainnya.

Berdasarkan keterangan saksi atas nama Asep Sunjaya (37) yang merupakan karyawan TU di SMPN 1 Leuwigoong, tutur Iwan, api pertama kali muncul dari plafon atap genting di ruang Bimbingan dan Penyuluhan (BP) sekolah tersebut sekitar pukul 17.30 WIB. Kian lama, kobaran api kian membesar dan terus merembet ke bagian lainnya.

"Diduga api muncul karena terjadi konsleting listrik di bagian atap ruangan BP. Percikan api dari kabel mengenai barang yang mudah terbakar hingga akhirnya api terus membesar dan merembet ke ruangan lainnya," ucapnya.

Iwan menuturkan, akibat kejadian tersebut, ruangan BP di SMPN 1 Leuwigoong serta barang-barang yang ada di dalamnya seperti dokumen kesiswaan, komputer dan data siswa hangus terbakar. Namun masih ada sebagian dokumen yang masih sempat terselamatkan.

"Menurut pihak sekolah, kerugian materil yang timbul akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp 60 juta. Pihak sekolah masih bersyukur karena musibah tersebut terjadi pada hari libur dimana tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut," katanya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR