Pembangunan Jalan Lingkar Cagak Terancam Molor

Daerah

Kamis, 23 Mei 2019 | 18:41 WIB

190523184413-pemba.jpg

Dally Kardilan

Kabag Humas Pemkab Subang, Asep Setia Permana (bertopi) saat mendampingi petugas ukur untuk rencana jalan alternative cagak.

PEMBANGUNAN jalan lingkar atau alternatif di kota Kecamatan Jalancagak yang direncakan tahun 2019 ini, ternyata molor bahkan bisa masuk ke tahun anggaran 2020. Pengunduran waktu ini membuat warga Jalancagak kecewa, termasuk yang rutin melewati jalur tersebut.

Apalagi menjelang arus mudik dan balik lebaran dikuatirkan kemacetan panjang kembali terulang, sebab setiap minggu apalagi ada liburan pasti macet dijalanan dari patung Nenas hingga perampatan menuju Sagalaherang.

“Kalau memang ada jalan alternative akan sangat membantu sekali, seperti halnya di Lembang hingga pengguna bisa melingkar," kata Galih, pengemudi asal Bandung yang ditemui di SBPU Jalancagak, Kamis (23/5/2019).

Kabag Humas Pemkab Subang, Asep Setia Permana membenarkan adanya keterlambatan rencana pembangunan jalan alternative tersebut. Padahal dirinya bersama dinas terkait dan propinsi sudah jauh hari merencanakannya. Bahkan Bupati Subang, H.Ruhimat sendiri tetap berharap agar pada tahun ini bisa dikerjakan.

Jalan itu sendiri menggunakan lahan PTVN VIII  dengan panjang direncanakan lebih dari 20 kilometer. Tentu saja sebagai langkah kerja di bidang inprastruktur pasangan Bupati dan Wakil Bupati Subang, setelah membuka jalan Sagalaherang via Kalijati yang saat ini sedang dikerjakan oleh Kodim 0605 Subang melalui program BMSS.

“Adanya pengunduran pembuatan jalan lingkar cagak tersebut, karena faktor kesiapan dari Pemerintah Provinsi  dan Pemkab Subang juga terutama menyoal soal anggaran yang dibutuhkan nantinya," ungkap Asep tanpa menyebutkan jumlahnya dan kalaulah mendesak memang ada rencana kedua yang panjangnya sekira 2 Km.

Salah seorang tokoh di Jalancagak, Iis Rochyati mengaku  kecewa dengan diundurnya pembangunan jalan lingkarcagak hingga tahun 2020. Padahal, harapan warga Subang khususnya jalancagak dan sekitarnya sangatlah besar akan adanya pembangunan jalan alternatif tersebut.

Selain untuk mengurai kemacetan yang dialami setiap hari oleh warga, pembangunan jalan alternatif itu diakui juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Karena, sepanjang jalur jalan yang akan dibangun akan tumbuhnya geliat ekonomi.

“Iya yang pasti saya pribadi dan warga Jalan cagak lainnya kecewa. Keinginan adanya jalan itu cukup lama sejak Camatnya Pak Aseng. Apalagi di moment perayaan hari –hari besar, dipastikan tumpukan kendaraan terjadi di jalancagak ini,”ungkapnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR