MUI Pangandaran : People Power Bukan Cara yang Santun dan Beradab.

Daerah

Kamis, 16 Mei 2019 | 21:21 WIB

190516212218-mui-p.png

Agus Supriyatman

TERKAIT isu akan adanya people power atau (pergerakan massa, red) yang akan menolak hasil pemilihan Presiden pada pemilu  2019, Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Kabupaten Pangandaran KH. Otong Aminudin angkat bicara.

Menurutnya, pemilu 2019 yang Telah dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran berjalan dengan lancar dan damai, maka hal yang tidak mungkin jika masyarakat Pangandaran akan terpancing oleh isu-isu people power. Terlebih lagi pergerakannya pun hingga saat ini, pangandaran aman-aman saja,tidak ada pergerakan yang mencuat atau mengerucut pada pergerakan people power.

"Saya mengimbau pada semua pihak untuk tidak terpengaruh dan tidak terpancing oleh isu isu yang akan menggoyahkan kesatuan dan keutuhan bangsa, apalagi hanya dengan keinginan kepentingan kekuasaan pribadi, lebih baik di bulan puasa yang penuh berkah ini, mari kita isi dengan kebaikan," ungkapnya, Kamis (16/5/2019).

KH Otong berpendapat, sebagai umat dan bangsa beradab tidak mesti harus menyelesaikan masalah itu dengan people power atau pergerakan masa,banyak cara yang yang lebih santun dan beradab. "Memang pada era demokrasi ini tidak ada yang melarang menyampaikan pendapatnya dimuka umum sesuai ketentuan dan perundang undanganya,namun tidak dengan cara penyampaianya dengan cara yang anarkis," katanya.

Di tempat terpisah, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata memastikan jika isu people power bahwa, warga masyarakat Kabupaten pangandaran tidak akan ada yang terpancing oleh isu isu yang tidak jelas tersebut . Hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda adanya pergerakan people power.

"Kalian bisa lihat, di Kabuapaten Pangandaran ini masyarakatnya menginginkan kedamaian,"katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR