Pemkab Garut Dinilai Tidak Serius Kelola Sampah

Daerah

Kamis, 16 Mei 2019 | 20:42 WIB

190516204421-pemka.jpg

Agus Somantri

-Pegiat Lingkungan Hidup Yayasan Paragita, Gita Noorwardhani.

PERSOALAN Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang menjadi permasalahan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut belakangan ini harus dianggap serius.
 
Selama ini, Pemkab Garut seolah tidak terlalu serius dalam persoalan pengelolaan sampah. Hal itu terlihat dari tidak adanya proses daur ulang sampah yang dilakukan dan terus-menerus.

Pegiat Lingkungan Hidup Yayasan Paragita, Gita Noorwardhani, mengatakan seharusnya TPA Pasirbajing bukan menjadi persoalan bagi Pemkab Garut kalau sejak awal persoalan sampahnya dibenahi.

"Kebanyakan sampah-sampah kita berawal dari rumah tangga. Jadi kenapa tidak dari sumbernya dibenerin," ujarnya, Kamis (16/5/2019).

Menurut Gita, persoalan sampah jangan dianggap hal yang tidak serius, melainkan harus ditangani dengan serius karena sampah merupakan permasalahan yang tidak main-main. Hampir di seluruh negara sampah selalu menjadi persoalan yang klasik.  

"Terbukti dengan ditutupnya TPA Pasirbajing, tumpukan sampah di wilayah perkotaan berserakan dimana-mana," ucapnya.

Bahkan menurut Gita, kalaupun TPA Pasirbajing dilakukan perluasan oleh dinas terkait, pertanyaan yang sangat mendasar akan sampai kapan membuang sampah ke TPA dilakukan, sementara lahan yang dimiliki terbatas.

"Kemarin saya dengar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperluas TPA 1,5 hektare, tapi mau sampai kapan?, di Garut masih luas lahan yang kosong, tapi mending dipakai untuk rumah ataupun pertanian daripada untuk tempat sampah," katanya.

Gita menyebut, meski dilakukan perluasan di TPA Pasirbajing, namun permasalahan sampah tetap saja tidak teratasi karena hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat yang lain. Bahkan tetap saja, masyarakat yang ada di sekitar  
TPA Pasirbajing akan terdampak dan terkena imbas oleh sampah yang dibuang ke TPA.

Gita menuturkan, solusi penanganan sampah sangatlah mudah. Hanya saja perlu kemauan dari pihak Pemkab Garut untuk merangkul komunitas pecinta lingkungan. Karena menurutnya, meskipun banyak komunitas pecinta lingkungan yang bergerak, akan tetapi tidak ada suport dari pemerintah.

Bahkan yang ia lakukan bersama masyarakat di desa-desa, terangnya, ternyata masyarakat mau dan sadar untuk mengelola sampah apabila ada yang mengarahkan dan dilakukan pembimbingan secara kontinyu.  

Gita menilai, sampah-sampah rumah tangga yang mendominasi sampah di Garut ini seharusnya bisa diminimalisir, bahkan menghasilkan pundi-pundi uang kalau saja pemerintah beserta pegiat lingkungan yang ada di Garut mau bergerak bersama.

"Sebenarnya dalam penanganan sampah, masyarakat pun mau diajak bergerak untuk melakukan pengelolaan sampah," katanya. (Agus Somantri)

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR