Tingkatkan Keselamatan Penumpang, Dishub Sumedang Perketat Pelayanan Uji Kir

Daerah

Kamis, 16 Mei 2019 | 17:20 WIB

190516172152-tingk.jpg

Ade Hadeli

GUNA menekan angka kecelakaan lalu lintas (lalin), Dinas Perhubungan (Dishub) Kab Sumedang, memperketat pelayanan uji Kir kendaraan umum, angkutan barang dan mobil penumpang berkapasitas 9 tempat duduk lebih.

“Dalam hal ini, bukan berarti kami bermaksud untuk mempersulit masyarakat, yang hendak mengakses pelayanan Kir. Tapi, langkah yang kami buat itu, semata-mata untuk kebaikan bersama, sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, yang diakibatkan adanya komponen vital kendaraan yang tidak berfungsi dengan baik,” kata H.Sule Sulaeman, Ama.PKB Kepala UPTD Penghujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kab Sumedang, Kamis (16/5/2019).

Oleh sebab itu, petugas uji akan melakukan pemeriksaan atau pengecekan terhadap setiap kendaraan wajib uji yang datang ke tempat pengujian.

Beberapa komponen vital yang harus secara cermat dilakukan pemerikasaan baik secara manual maupun komputerisasi. Diantaranya, sistim pengereman, lampu utama, seint dan rem, serta wifer. Pengecekan komponen lainnya, meliputi ketebalan ban dan keausan pada sistim kemudi.

“Pengecekan beberapa komponen tadi, sebagiannya bisa dilakukan dengan cara manual. Kecuali untuk pengecekan pada sistim pengereman, serta ambang batas emisi (gas buang), harus dilakukan menggunakan sistim komputer,” terangnya.

Mengingat hasil uji kir, sangat penting sebagai upaya menjamin keselamatan saat berkendaraan, maka pihaknya tidak akan memberikan toleransi sekecil apapun untuk meloloskan kendaraan yang secara teknis, berdasarkan hasil pengecekan petugas uji dinilai tidak laik jalan.

Sebagai solusinya, pihaknya akan menyarankan kepada pemilik kendaraan yang bersangkutan untuk memperbaiki komponen yang rusak, sesuai petunjuk petugas uji.

Selanjutnya, ketika sudah dilakukan perbaikan, petugas uji akan kembali melakukan pengecekan terhadap komponen itu, hingga hasilnya berfungsi dengan baik dan memenuhi syarat laik kendaraan.

“Barulah setelah itu, kami terbitkan surat keterangan lulus uji, yang dicatat dalam Buku Kir,” ungkapnya.

Disampaikan Sule, uji Kir sekarang sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab kenyamanan dan keselamatan masyarakat atau pengguna kendaraan umum, sangat bergantung pada tingkai kelaikan jalan kendaraan yang ditumpanginya.

Bahkan lanjut Sule, menjelang musim mudik 1440 H, tiba pihaknya akan melakukan ramcheck ke po bus, yang akan agan digunakan angkutan Lebaran.

"Ram check juga akan dilaksanakan pada kendaraan yang diberangkatkan dari Terminal Ciakar," pungkas Sule

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR