Tak Miliki Dokumen Resmi, 7 Calon TKW Asal Garut Dipulangkan

Daerah

Rabu, 15 Mei 2019 | 22:05 WIB

190515220643-tak-m.jpg

Agus Somantri

7 TKW Asal Kabupaten Garut saat tiba di komplek Islamic Center, Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (15/5/2019). Mereka dipulangkan karena tak memiliki dokumen resmi.

KEMENTRIAN Tenaga Kerja Republik Indonesia, melalui Subdit Kelembagaan BPTKN memulangkan sebanyak 7 orang calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Garut karena diketahui tidak memiliki dokumen resmi.

Ke 7 calon TKW asal Garut tersebut terjaring razia bersama puluhan calon TKW lainnya dari berbagai daerah saat dilakukan Sidak yang dilakukan tim gabungan Kementrian Tenaga Kerja RI dan Imigrasi pusat di penampungan tenaga kerja ilegal di Jakarta.

"Kedatangan kami ke Garut ini dalam rangka penyerahan calon TKW asal Garut yang hendak berangkat ke luar negeri namun tanpa disertai dokumen resmi," ujar utusan Kemenakertran Subdit Kelembagaan BPTKLN, Darmo Susilo, di Komplek Islamic Center, Jalan Parmuka, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (15/5/2019).

Darmo mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Pusat, ditemukan adanya beberapa Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di penampungan Ilegal yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah tanpa disertai dokumen resmi.

"Nah, didalamnya itu ada sebanyak 7 warga asal Kabupaten Garut. Kini ke 7 calon TKI ini kami serahkan ke Disnaker Garut untuk dipulangkan ke kampung asal masing-masing," ucapnya.

Sementara itu Kepala Disnaker Garut H Tedi mengatakan, sebelumnya Disnaker Garut menerima informasi hasil Sidak pusat di tempat-tempat penampungan calon TKI. Dari informasi yang diterimanya, ada 7 warga asal Kabupaten Garut yang berhasil diamankan di tempat penampungan TKI ilegal di Jakarta.

“Kemarin saya sudah berkoordinasi ke Kemenaker. Alhamdulillah, 7 TKW asal Garut ini hari ini diantar langsung dengan didampingi Subdit kelembagaan BPTKN Kemenaker,” katanya.

Menurut Tedi, 7 calon TKW asal Garut yang dipulangkan tersebut berasal dari 5 kecamatan, diantaranya kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cilawu, Wanaraja dan Garut Kota.

“Hari ini juga kita langsung pulangkan mereka ke daerah asal masing-masing, Namun sebelumnya kita berikan arahan dan pembinaan," ucapnya.

Tedi pun mengimbau, kepada masyarakat Garut yang ingin bekerja ke luar negeri untuk selalu berkoordinasi dengan Disnaker Kabupaten Garut. Hal itu agar terhindar dari para calo penyalur TKI ilegal.

Sementara itu, salah seorang calon TKW asal Kecamatan Samarang, mengatakan sudah sekitar satu bulan berada di perusahaan penyalur tenaga kerja di Jakarta. Ia mengaku,tengah mengadakan pelatihan dan medikal kesehatan saat terkena razia.

“Rencananya bulan depan saya dan calon tenaga kerja lainnya akan diberangkan ke Malaysia. Saya dan rekan-rekan masih ditampung dan mengikuti pelatihan tapi keburu kena razia Karena perusahaannya ilegal,” katanya, seraya meminta untuk tidak ditulis namanya. (Agus Somantri)


-

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR