Mengajak Masyarakat Menjaga Suasana Kondusif

Daerah

Rabu, 15 Mei 2019 | 12:46 WIB

190515125119-menga.gif

Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, Garuda Merah, mendorong agar masyarakat berperan serta mengawasi Situng KPU, hingga tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Garuda Merah meminta kepada Bawaslu dan KPU untuk melaksanakan tugas dan pengawasan secara jujur, adil, profesional, dan tidak berpihak.

“Kami juga mengharapkan kepada pers dan media massa untuk memberitakan jalannya Situng KPU secara live yang dapat disaksikan seluruh rakyat Indonesia. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang agar menjaga suasana fair dan kondusif,” ujar Ketua Umum Garuda Merah, Abdul Rahman SH, saat acara silaturrahmi dan berbuka puasa bersama wartawan, di Depot Malang, Cikajang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/05/2019).

Acara silaturrahmi dan berbuka puasa dengan para wartawan Ibukota berlangsung hikmad. Selain Ketua Umum Garuda Merah, hadir juga dua Wakil Ketua Umum, Fandi Yanuarso, dan Hasyim Umagaf, SH, Sekretaris Jenderal, Mudzakir, serta Tri Handayani Jubir, dan Boy Sugiharto, Pendiri Garuda Merah Nasional dan Bendahara Umum DPP Garuda Merah.

Abdul Rahman SH, mencermati, agar pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang dilakukan serentak pada tahun 2019 ini harus dievaluasi. Sebab Pilpres dan Pileg yang dilaksanakan secara bersamaan dampaknya luar biasa bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sistem dan prosedur Pilpres dan Pileg harus diteliti dan lebih disempurnakan jangan sampai melanggengkan hadirnya kejahatan demokrasi,” ungkapnya.

Garuda Merah mengharapkan kompetisi politik harus berlangsung luber, jurdil, damai, fair, tertib, dan jangan sampai berkembang ke arah sebaliknya. “Media sosial selama ini telah menjadi wilayah sangat rawan, tidak sehat, serta penuh dengan black campaign dan negative campaign. Tentu ini menjadi pendidikan politik kurang baik bagi masyarakat,” ujar Abdul Rahman, SH, yang tidak menginginkan terjadi perpecahan antar masyarakat.

Garuda Merah juga mencatat, masih adanya berbagai kekurangan dan kelemahan yang terjadi pada proses pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019. Antara lain, kelemahan sistem manajemen di TPS, terdapatnya DPT siluman, serta terjadinya human error ataupun system error, yang menyebabkan kerugian salah satu pihak.

“Kelemahan sistem manajemen ini, diantaranya ikut menyebabkan lebih dari 500 anggota KPPS meninggal dunia di seluruh Indonesia. Terdapat temuan 73.000 kesalahan akibat pelaksanaan Pilpres dan Pileg tidak sesuai prosedur,” tambah Abdul Rahman, SH.

Garuda Merah turut berbela sungkawa atas meninggalnya para pahlawan demokrasi, yakni 538 KPPS dan 3.000 petugas yang sakit. “Mari kita sematkan pita hitam sebagai tanda berkabung. Sekaligus memberi penghormatan dengan menaikkan bendera setengah tiang,” ajak Sekretaris Jenderal Garuda Merah, Mudzakir

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA