Diduga Melakukan Seks Menyimpang, 32 Anak Diterapi Tim Psikolog Polda Jabar

Daerah

Senin, 22 April 2019 | 21:21 WIB

190422212318-didug.jpg

dok

TIM Psikolog Polda Jabar melakukan terapi kepada 32 anak di Kabupaten Garut yang diduga melakukan seks menyimpang setelah menonton film beradegan dewasa dari telpon pintar.

Kasubag Psikologi Polda Jabar, Kompol Chirstofel, mengatakan, pihaknya melakukan terapi psikoterapi dan art therapy, sehingga anak-anak tersebut memahami apa yang telah mereka lakukan, dan sebuah kesalahan bagi mereka yang melakukan tindakan menyimpang.

Menurual Christofel, terapi dilakukan di kampung ke-32 anak tersebut tinggal di wilayah Kecamatan Garut Kota. Selain para anak, terangnya, tim Psikolog Polda Jabar juga melakukan terapi kepada para orang tua anak dan mengajarkan berbagai hal.

"Jika melihat kondisi ke 32 anak itu, mereka masih bisa disembuhkan dari kegiatan menyimpang tersebut. Dari sisi kejiwaan juga, mereka tidak terpengaruh, ditambah usianya masih belasan tahun," ujarnya di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Senin (22/4/2019).

Namun demikian, lanjut Christofel, pendampingan kepada anak-anak tersebut harus tetap berlanjut hinga beberapa bulan ke depan untuk melupakan kejadian yang mereka alami dan lakukan.

Ia menyebut, berdasarkan keterangan yang didapatnya dari pihak Polres Garut, hal yang memicu para anak tersebut melakukan aksi menyimpang adalah gawai.

"Dari gawai tersebut mereka menonton film dewasa dan kemudian mempraktekannnya kepada temannya yang juga sama-sama ikut menonton," ucapnya.

Karena itu, ungkap Christofel, terapi yang dilakukan lebih difokuskan kepada mengarahkan agar para anak senantiasa berfikiran positif. Salah satu polanya, anak-anak diajak untuk melakukan permainan-permainan.

"Tujuannya agar mereka disibukan dari pikiran-pikiran film yang mereka tonton," katanya.

Christofel menambahkan, pihaknya juga memang menyarankan kepada orang tua harus ikut, sehingga saat psikolog kembali ke kantor orang tua harus menerapkannya di rumah.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR