Atasi Masalah Sampah, Pemkab Garut Akan Kerjasama dengan Korsel

Daerah

Rabu, 17 April 2019 | 21:02 WIB

190417210242-atasi.jpg

Agus Somantri

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut masih kesulitan untuk mengatasi persoalan sampah. Disisi lain, Tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Pasirbajing, Kecamatan Banyuresmi dinilai sudah tak mampu lagi menampung volume sampah yang menumpuk setiap harinya.

Bupati Garut, Rudy Guawan, mengatakan, awalnya pihaknya berharap masalah sampah tersebut bisa diatasi setelah Pemprov Jabar membuat TPA Legoknangka yang berlokasi di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung. Namun hingga kini, TPA Legoknangka tersebut masih belum juga beroperasi.

"Katanya Legoknangka itu baru bisa dioperasikan tahun 2022 nanti. Padahal awalnya akan dibuka pada 2017. Makanya sekarang kami cari alternatif lain saja," ujarnya, Rabu (17/4/2019).

Rudy menyebut, selain masih molornya operasional TPA Legoknangka, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuang sampah di tempat tersebut juga terhitung cukup mahal.

Menurut Rudy, awalnya Pemkab Garut hanya harus membayar 30 persen. Tapi kabar terakhir yang diterimanya, biayanya membengkak lebih dari dua kali lipat menjadi 70 persen.

"Jadi kalau ditotalkan, dalam setahun biaya yang harus dikeluarkan Pemkab Garut untuk membayar buang sampah ke Legoknangka itu Rp 15 miliar. Dan ini cukup memberatkan bagi kami," ucapnya.

Karena itu, terang Rudy, Pemkab Garut akan menjalin kerjasama dengan pihak lain guna mengatasi persoalan sampah yang sudah menumpuk di TPA Pasirbajing tersebut. Salah satunya dengan pihak dari Korea Selatan.

"Pihak dari Korea Selatan itu mempunyai teknologi pengelolaan sampah yang baik. Nanti sampahnya bisa dibakar dan jadi listrik. Dan sisa pembakarannya bisa dipakai briket untuk bahan bakar lagi," katanya.

Rudy menuturkan, penerapan sistem pengelolaan sampah itu saat ini sudah diterapkan di Bogor. Selain mengolah sampah yang ada di kawasan TPA Pasirbajing, lanjut Rudy, pihaknya juga berencana untuk membuka beberapa TPA di sejumlah kecamatan. Seperti di Kecamatan Malangbong, Cisurupan, Banjarwangi, dan Pameungpeuk.

"Di selatan itu sudah ada lahannya. Akan beli 10 hektare. Jadi nanti di semua wilayah bisa keurus sampahnya," ujarnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR