Sulit Cari Buruh, Ratusan Hektare Padi Siap Panen Telantar

Daerah

Minggu, 14 April 2019 | 20:15 WIB

190414201724-sulit.jpg

PETANI di wilayah Ujungjaya Kab.Sumedang, kesulitan mencari buruh panen. Alhasil ratusan hektar padi siap panen jadi terlantar.

Akibat situasi itu, mereka terancan rugi, karena dengan sendirinya padi tersebut rontok. "Sekarang untuk mencari buruh panen, dari warga sekitar sudah sulit. Untuk itu, para petani disini (Ujungjaya) harus mencari ke luar daerah," kata Atep, petani di wilayah Ujungjaya, Minggu (14/4/2019).

Menurut dia, untuk mencari buruh panen dari luar juga tidak lah mudah. Apalagi jika panen raya waktunya berbarengan dengan tempat lain.
Disamping itu, upah buruh panen dari luar lebih mahal. Bahkan selisihnya bisa Rp.10.000/ hari-nya. Hal itu mengingat mereka juga harus memperhitungkan ongkos transpostasi. "Jadi misalnya jika upah buruh panen warga sekitar Rp.75.000/hari, maka upah untuk buruh dari luar bisa Rp.85.000/hari," ujarnya.

Namun demikian, risiko penambahan upah itu tidak jadi masalah. Sebab jika padi tersebut terlambat dipanen, mereka malah terancam makin rugi. "Sekarang kan padi sudah matang (siap panen). Maka dengan bulir padi mudah rontok bila diterpa angin kencang, serta diguyur huja . Untuk itu, upah buruh lebih mahal sedikit tidak jadi masalah. Yang penting padi kami bisa terselamatkan," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Kab.Sumedang Yosep Suhayat, membenarkan situasi tersebut.
Untuk membantu kesulitan petani, sebenarnya pihaknya sudah mengirimkan alat mesin pertanian (alsintan) panen padi. Hanya saja, dari laporan kelompok tani, penerima bantuan, alsintan tersebut tidak bisa digunakan. Hal itu, mengingat hamparan sawah yang ada, tidak sesuai dengan karekteristik alsintan tersebut.


"Akhirnya padi itu harus dipanen secara manual. Dan buruh panennya, tengah diupayakan didatangkan dari tempat lain. Dalam hal ini, saya sudah perintahkan Kepala UPTD Pertanian di wilayah Ujungjaya, untuk membantu kesulitan yang dialami petani, saat ini," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR