Hati-hati Jalur Sumedang-Jalancagak Ada Tebing Jalan Longsor

Daerah

Sabtu, 13 April 2019 | 16:45 WIB

190413164603-hati-.jpg

dok

ilustrasi

PENGGUNA kendaraan bermotor yang melewati jalan milik provinsi,  penghubung dari Kabupaten Sumedang menuju Jalancagak, Kabupaten Subang perlu waspada karena di betulan Kampung  Sukamaju Desa Darmaga Kecamatan  Cisalak ada tebing jalan yang longsor sejak Jumat (12/4/2019) petang.

Kapolsek Cisalak, AKP Jusdijachlan  usai mendampingi Bupati Subang, H. Ruhimat yang meninjau longsor tebing di sisi jalan dengan luas sekira 20 meter dan kedalaman 10 meter, Sabtu (13/4/2019) mengatakan, longsoran tanah di pinggir jalan itu akibat curah hujan tinggi dan adanya saluran air sungai mampet sehingga air masuk semua ke ruas jalan raya dan air tersebut mengalir ke jalur lokasi bencana tanah longsor.

"Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan sejak malam kemarin kita sudah pasang police line dan rambu-rambu,“ kata Kapolsek.

Sehingga arus dari arah Sumedang maupun Jalancagak diberlakukan satu arah dengan sistem buka tutup. Tidak hanya itu, pihaknya pun berharap pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas di jalur jalan alternatif milik propinsi tersebut. Selain lebar jalan kurang memadai juga jalurnya banyak tikungan dan tebing.

Bupati Subang, H.Ruhimat yang didampingi Kepala BPBD Subang, H. Hidayat membenarkan kalau jalur itu sudah cukup padat dengan berbagai kendaraan sehingga diperlukan kewaspadaan, apalagi di musim penghujan.

“Kalau soal tebing yang longsor ini, kita sudah perintahkan dinas terkait agar segera dipasang tiang penyangga sehingga tidak melebar longsorannya,“ katanya.

Pemkab Subang untuk mengantisipasi kerusakan atau penanggulangan darurat tidak melihat jalan ini milik propinsi. Hanya saja untuk lebih kokohnya jelas harus ditangani lebih lanjut untuk keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

“Ini adalah jalan provinsi tetapi kita pun harus menanggulanginya untuk sementara agar tidak terjadi longsor susulan,“ ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR