Empat Pelajar Kepergok Mabuk Di Taman Gedung Bupati Tasikmalaya

Daerah

Jumat, 12 April 2019 | 17:42 WIB

190412174357-empat.jpg

Septian Danardi

Empat remaja yang berstatus pelajar dan masih mengenakan seragam sekolah kepergok tengah menenggak minuman keras. Mereka tengah asik mabuk di kompeks Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang lajim disebut masyarakat Gebu singkatan dari Gedung Bupati.

Meski telah dipasang pintu gerbang dan dipagar sekelilingnya, akan tetapi masih saja kerap ditemukan pelaku yang berbuat menyimpang dikawasan tersebut. Para remaja itu tengah asik mabuk minuman keras oplosan di Tamah Hijau kawasan Gebu oleh petugas Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya.

Mereka itu berjumlah 4 orang, merupakan pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan satu orang diantaranya merupakan seorang gadis belia. 

Ke empat pelaku lantas dibawa ke Mako Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya guna dibina dan dipanggil orang tua mereka.

"Benar kemarin kita sempat mengamankan 4 orang remaja, yang sedang menenggak minuman keras oplosan di Taman Gebu. Mereka masih berstatus pelajar di salah satu SMK," kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah pada Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, Engkos Koswara, Jumat (12/4/2019).

Dikatakan Engkos, minuman keras oplosan yang dibuat para remaja ini merupakan alkohol 70 persen dan suplemen berenerji. Oplosan itu diungkapkan Engkos, bilamana dikonsumsi sangat membahayakan kesehatan bahkan nyawanya. 

"Para remaja inipun seolah tidak takut melakukan pesta minuman keras, sebab dilakukan pada siang bolong, tepatnya pukul 12.30 wib. Dimana jam segitu masih banyak aktivitas ASN yang mengantor di kompleks pemerintahan," katanya.

Sementara pelajar yang diamankan ini yakni AS dan YB warga kecamatan Taraju, serta FH dan LY warga kecamatan Leuwisari. Setelah dipanggil orang tuanya, ke empat remaja ini kemudian dipulangkan. 

"Dihadapan orang tuanya, mereka membuat surat pernyataan tidak akan melakukan perbuatan serupa di kemudian hari," katanya.

Salah satu warga Sukahaji Singaparna Indra (35) mengaku sangat prihatin bilamana komplek perkantoran Setda Kabupaten Tasikmalaya kerap dijadikan tempat tidak benar. Sebab kejadian ini bukan kali pertama.

Ia berharap agar pengamanan dan akses ke wilayah perkantoran tersebut lebih diperketat. Sehingga kawasan tersebut steril dari pihak-ptihak yang berprilaku tidak baik.

"Memang taman menjadi milik publik dan siapa saja bisa kesana. Akan tetapi untuk pengamanan mohon agar lebih ketat, sehingga tidak membuat rusak citra kawasan perkantoran pemerintahan," ujarnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR