Inflasi Kota Tasikmalaya pada Maret 2019 Tetap Terkendali

Daerah

Rabu, 10 April 2019 | 19:33 WIB

190410193558-infla.png

INFLASI Kota Tasikmalaya pada Maret 2019 tetap terkendali, yaitu 0,03% (mtm), lebih rendah dibandingkan historis rata-rata Maret selama 3 tahun terakhir yang sebesar 0,09% (mtm), serta inflasi Provinsi Jawa Barat yang sebesar 0,10% (mtm) dan Nasional 0,11% (mtm).

Dengan pencapaian tersebut, inflasi tahunan adalah 1,31% (yoy) dan inflasi tahun berjalan adalah 0,33% (ytd). Inflasi bulanan terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas bawang merah, tetapi secara umum komoditas lainnya pada kelompok volatile food banyak mengalami deflasi.

"Kelompok administered prices masih deflasi, sementara kelompok core inflation (komoditas semen) mengalami inflasi. Inflasi dari komoditas bawang merah diperkirakan disebabkan berkurangnya pasokan setelah panen raya pada Januari 2019, sementara panen selanjutnya dijadwalkan baru tiba pada April 2019," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji, Rabu (10/4/2019).

Selain itu, kata Heru, komoditas beras juga mengalami inflasi akibat jadwal panen raya triwulan I-2019 yang mundur menjadi April 2019. Sementara penyumbang inflasi dari kelompok administered prices adalah dari komoditas rokok kretek filter.

Pada sisi lain, lanjut Heru, kenaikan inflasi tertahan oleh deflasi pada harga bensin (penurunan harga minyak dunia), penurunan tarip listrik rumah tangga mampu R-I 900 VA RTM, serta penurunan harga berbagai komoditas volatile food seperti tomat sayur, telur ayam ras, wortel, cabai merah, dan daging ayam ras.

"Ke depannya pada April terdapat risiko kenaikan harga sehubungan dengan momment menjelang Ramadan, terutama untuk bahan pangan," katanya.

Terkait hal tersebut, Ia mengajak masyarakat untuk bijak berbelanja (tidak berlebihan, red), hindari panic buying, serta mengembangkan perilaku diversifikasi pola konsumsi (variasi jenis bahan pangan). Agar turut berpartisipasi dalam pengendalian inflasi di daerah.

"Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan pangan tercukupi sehingga dengan perilaku belanja yang wajar, ketersediaan pasokan akan aman sampai akhir bulan dan harga pun wajar terkendali," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR