Korban Gunung Meletus di Subang Diangkut Helikopter EC 120B Colibri

Daerah

Selasa, 26 Maret 2019 | 15:34 WIB

190326153450-korba.jpeg

Dally Kardilan

BENCANA alam gunung meletus yang terjadi di wilayah Subang, membuat ratusan warga harus mengungsi dan dievakuasi lewat udara karena lokasinya terisolir. Demikian pula pemberian bantuan logistic dan obat-obatan, pakaian, selimut lewat udara menggunakan heli bok atau container khusus.

Berkat kesigapan dari petugas Badan Penanggulangan Bencana, TNI/Polri, relawan Palang Merah Indonesia, Tagana, Pramuka dan dinas terkait dengan cepat membantu dan menanggulangi bencana.

Bupati Subang, H.Ruhimat yang mendapat laporan langsung memerintahkan penanggungjawab penanggulangan bencana, H.Aminuddin hingga semuanya meluncur sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP). Unit Damkar segera memadamkan kebakaran akibat goncangan gempa yang disusul dengan meletusnya gunung. Demikian pula dari BPBD dan Tagana mendirikan tenda darurat serta dapur umum.

Warga yang menjadi korban pun diberi bantuan sembako oleh Bupati hasil sumbangan dari Dahana, Sariater, Bank Jabar dan lembaga lainnya. Bahkan Bupati Subang didampingi Komandan Satgasudara meninjau dari udara untuk memastikan seluruh daerah terdampak tertanggulangi serta sudah mendapat bantuan.

Tindakan cepat dalam penanganan bencana ini disimulasikan apel kesiapsiagaan bencana dan latihan wallet terampil di Alun-alun, Subang, Selasa (26/3/2019).

Bupati Subang, H.Ruhimat menuturkan, kalau simulasi ini harus selalu dilakukan dan diharapkan ada pembentukan relawan siaga di setiap desa yang rawan bencana. "Kabupaten Subang sesuai data Indeks Resiko Bencana Indonesia (Irbi) berada di peringkat 2 tingkat Propinsi Jawa Barat dan Peringkat 83 Tingkat Nasional. Saya berharap kedepan steak holder senantiasa tetap siaga dan bersinergi dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana yang tidak bisa diprediksi,“ katanya.

Menurut Ruhimat, ancaman bencana di Kabupaten Subang begitu komplek diantaranya bencana longsor, angin puting beliung, banjir bandang, gunung berapi, kebakaran hutan, dan gagal teknologi. Tercatat dari tahun 2017 sampai dengan bulan maret 2019 tercatat sebanyak 295 kejadian dengan rincian  sebagai beriku,  banjir 33 kejadian, longsor 63 kejadian, angin puting beliung 34 kejadian, pohon tumbang 54 kejadian, kebakaran 70 kejadian, jembatan amblas, rumah ambruk, orang tenggelam dan tanggul jebol 41 kejadian.

“Jadi maksud dan tujuannya diadakannya apel kesiapsiagaan bencana dan latihan walet terampil ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam menghadapi bencana. Tak kalah penting juga mendorong partisifasi, kegotongroyongan, kerelawanan dan kedermawanan pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha, mengurangi jumlah korban, kerusakan dan kerugian akibat bencana sebagai perwujudan menuju ketangguhan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Editor: Dadang Setia