Pelaku Pembunuhan Sempat Ke Orang Pintar Untuk Hindari Kejaran Polisi

Daerah

Selasa, 26 Maret 2019 | 13:22 WIB

190326132327-pelak.jpg

Septian Danardi

PELAKU pembunuhan wanita muda di Hotel Daya Grand, Jalan Brigjen Soetoko, Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) sekitar pukul 19.30 wib lalu, akhirnya tertangkap. Pelaku sempat kabur dan mengaku mendatangi orang pintar untuk mengelabui serta tidak ditemukan oleh aparat kepolisian.

Pelaku RFH (22) yang masih duduk di semester 6 salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Tasikmalaya itu mengaku, selama dalam pengejaran terus mencari orang pintar dan ingin menguasai harta benda korban.

Korban Oon Saonah alias Ica (32) wanita muda yang menjadi korban pembunuhan tersebut pernah menjalin hubungan dengan pelaku selama dua tahun. Keduanya sempat beradu mulut di kamar hotel 106 sebelum akhirnya pelaku mencekik korban.

"Cek cok karena meminjam uang tidak dikasih, awalnya hanya mengancam saja, namun gelap mata karena dia (korban, red) malah melawan," kata pelaku saat didepan petugas di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (26/3/2019).

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf mengatakan, pelaku sempat melarikan diri tiga pekan setelah melakukan pembunuhan. Pelaku mengaku hendak meminjam uang kepada korban sekitar Rp 4 juta. Setelah tidak mendapatkan uang yang diinginkan pelaku emosi dan melakukan pembunuhan.

Saat ditemukan tubuh korban sudah tidak bernyawa di atas ranjang dengan tertutup selimut dan kepala serta wajah ditutupi bantal.

"Untuk mengelabui pembunuhan itu, pelaku membersihkan dengai air dan menutupinya dengan bantal dan selimut. Selain itu, pelaku mengunci kamar hotel selanjutnya melarikan diri. Pelaku sempat kabur ke luar kota selama tiga minggu dan saat kembali ke Kota Tasikmalaya, dilakukan penangkapan," katanya.

Barang bukti yang diamankan, kata Febry, bantal, selimut, sejumlah buku tabungan, dompet berisi uang, hp, celana korban juga sepatu pelaku. "Pelaku juga membawa kabur uang korban sebanyak Rp 70 juta dan juga barang berharga milik korban. Uang tersebut sebagian sudah dipakai juga dibelikan sejumlah barang oleh pelaku dan dijadikan barang bukti," katanya.

Pelaku bisa dijerat dengan pasal 338 KUPH dan atau pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman paling alam 15 tahun.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR