Tiga Siswa UNBK di Mapolres Ciamis

Daerah

Senin, 25 Maret 2019 | 22:59 WIB

190325230456-tiga-.jpg

cakrawalamedia.co.id

TIGA siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terpaksa menempuh Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Mapolres Ciamis, Senin (25/3/2019). Mereka menjadi tersangka kasus pengeroyokan yang terjadi pada bulan Februari 2019.

Mereka mengerjakan soal ujian di ruang penyidikan Satreskrim Polres Ciamis. Selama mengerjakan ujian, mereka juga mendapat pengawasan dari guru masing-masing sekolah .

Berbeda dengan siswa lainnya yang menggarap soal dengan komputer, mereka mengerjakan soal masih dengan cara manual atau tertulis seperti halnya ujian nasional berbasis kertas dan pencil. Dengan serius mereka mengarap sau per satu soal ujian yang dihadapi.

Saat mengerjakan ujian, mereka juga tetap mengenakan baju tahanan. Demikian pula waktu pengerjaan ujian juga sesuai dengan ketentuan.

“Mereka menjadi tersangka kasus pengeroyokan, geng motor. Mereka melakukan tindak pidana sebagiamana diatur dalam Pasal 170 dan 169 KUHP,” tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Ciamis Ajun Komisaris Polisi Hendra Virmanto.

Dia mengungkapkan sebelumnya menerima pemberitahuan dari pihak SMK, bahwa siswa yang sedang ditahan, bakal mengikuti UNBK. Menindaklanjuti hal itu, lanjutnya, Polres mengirim surat kepada sekolah dimaksud, yang pada intinya ketiga siswa tersebut tetap dapat mengikuti ujian, akan tetapi pelaksanaannya diadakan di Mapolres.

“Kami persiapkan ruang pemeriksaan untuk ujian. Malam sebelum ujian, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar semaksimal mungkin. Ujiannya tiga hari, secara tertulis,” tutur Hendra.

Lebih lanjut dia mengungkapkan ada lima pelajar yang mengikuti ujian di Mapolres Ciamis, Tiga orang siswa SMK dan dua lainnya siswa kesetaraan. “Kami membantu agar mereka dapat ikut ujian. Selama ujian, juga guru pengawas,” katanya. (Nurhandoko Wiyoso/PR)

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR