Praktik Pungli Terjadi di Area TPA Jalupang Karawang

Daerah

Jumat, 15 Maret 2019 | 08:50 WIB

190315085115-prakt.jpg

dok

Ilustrasi

SEJUMLAH sopir truk pengangkut sampah mengeluhkan praktik pungutan liar (pungli) di area tempat pemungutan akhir (TPA) sampah Jalupang Kabupaten Karawang.

"Setiap masuk area TPA, selalu ada pungutan, minimal Rp10.000," kata seorang sopir mobil pengangkut sampah yang tidak mau disebutkan namanya, kepada Antara, di Karawang, Jumat (15/3/2019).

Ia menyebutkan, praktik pungli itu dilakukan oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan dari organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) tertentu.

Bahkan hanya untuk membuang kasur bekas atau lemari bekas ke TPA Jalupang, sopir mobil pengangkut sampah itu harus mengeluarkan uang minimal Rp50.000.

"Alasannya, kasur atau lemari bekas itu bukan sampah rumah tangga, jadi harus bayar lagi," kata dia.

Informasi yang berhasil dihimpun Antara, nilai pungutan di area TPA Jalupang bervariasi, mulai Rp10.000-Rp50.000. Sedangkan dalam sehari, lebih dari 80 mobil pengangkut sampah keluar-masuk TPA Jalupang.

Dikonfirmasi mengenai praktik pungutan liar di area TPA Jalupang, Kabid Kebersihan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Nevi Fatimah enggan berkomentar.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Wawan Setiawan, tidak mau berkomentar terkait dengan praktik pungli itu.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR