Petani Bingung, Kartu Tani Belum Bisa Digunakan

Daerah

Senin, 11 Maret 2019 | 16:07 WIB

190311160838-petan.jpg

Ade Hadeli

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab.Sumedang, memberikan arahan kepada bawahannya.

SEJUMLAH petani di wilayah Kabupaten Sumedang bingung dan mulai mempertanyakan manfaat kartu tani (KT). Pasalnya sejak diterima pada akhir 2017, KT tersebut belum bisa digunakan.

"Waktu dibagikan kartu tani itu, manfaatnya untuk mendapat kemudahan membeli pupuk bersubsidi. Tapi sejauh ini, kami masih bingung cara menggunakannya, karena belum mendapat penjelasan secara rinci dari instansi terkait," kata Endan, petani di wilayah Rancakalong, Kab.Sumedang, Senin (11/3/2019).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yosep Suhayat, tidak menampik kebingunan petani terkait penggunaan kartu tani itu.

Kondisi itu, sebut Yosep karena belum adanya sinkronisasi data antara PIHC (Pupuk Indonesia Holding Company) dengan Bank Mandiri selaku pihak yang mendistribusikan kartu tani.

Masalah lain, hingga saat ini, belum adanya kesiapan dari kios kios yang ditunjuk untuk melayani pemegang kartu tani tersebut. Baik itu yang menyangkut fasilitas perangkat yang akan digunakan.

"Hal itu mengingat, penggunaan kartu tani itu dengan cara digesek, seperti menggunakan kartu kredit," kata Yosep.

Menurut Yosep, KT yang sudah disebar dan diterima oleh petani di Kabupaten Sumedang mencapai 60 ribuan.

Belum lama ini, Bank Mandiri juga rencananya akan membagikan lagi sekitar 8000 kartu tani. Namun pihaknya menolak rencana tersebut. Alasannya, KT yang sudah dibagikan itu juga, belum bisa digunakan.

"Daripada nambah masalah lebih baik kita tolak saja. Kecuali setelah Kartu Tani yang sudah dipegang para petani itu, sudah bisa digunakan," ujarnya.

Yosep menjelaskan, jika dalam hal program pemberian kartu tani, pihaknya hanya sebatas menyiapkan data saja. Untuk selanjutnya, KT yang sudah tercetak didistribusikan oleh Bank Mandiri.

Tujuan utama dari kartu tani itu, adalah agar pendistribusian pupuk subsidi itu dapat tepat sasaran.

"Sudah barang tentu, agar KT itu bisa digunakan, ini harus segera ada koordinasi antara pihak PIHC, Bank Mandiri, pemilik kios yang ditunjuk, pengurus kelopok tani. Apalagi ini kan masalahnya soal sinkronisasi data dan alat atau mesin gesek Kartu Tani yang harus ada di tiap kios pupuk yang ditunjuk. Dan ini harus secepatnya dilakukan, sebelum pendistribusian KT tahap selanjutnya," imbuh Yosep.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR