Ajak Perhatikan Perkembangan Anak, Puskesmas Tarogong Buat Kelas Ibu Balita

Daerah

Selasa, 12 Februari 2019 | 19:16 WIB

190212191704-ajak-.jpg

Agus Somantri

Petugas Puskesmas Tarogong, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut saat memberi penyuluhan kepada ibu-ibu dalam Kelas Ibu Balita di Kampung Pasar Kemis, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (12/2/2019).

MINIMNYA kesadaran masyarakat terutama kaum ibu-ibu terhadap perkembangan anaknya, mendorong para bidan di Puskesmas Tarogong, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten  Garut untuk terjun memberikan penyuluhan kepada mereka yang masih memiliki balita.

Fauzia Bhayunirza, Am.Keb, SKM, M.Kes, Bidan dan fasilitator kelas ibu balita, mengatakan, jika kesadaran keluarga dalam memperhatikan perkembangan balitanya dinilai relatif masih rendah. Hal tersebut terlihat dari masih minimnya pengetahuan ibu terhadap perkembangan balita.

"Banyak memang ibu masih kurang faham terkait perkembangan balitanya, mulai dari pemberian ASI secara eksklusif juga masih banyak yang menggunakan susu formula," ujarnya saat melakukan penyuluhan di Kampung Pasar Kemis, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (12/2/2019).

Menurut Fauzia, pemberian ASI eksklusif seharusnya memang diberikan kepada balita usia 0-6 bulan. Selain itu, juga masih banyak ibu yang belum faham tentang makanan pendaming (MP) ASI.

"Kita berikan pemahaman pendampingan bagi ibu, bagimana pemberian MP ASI yang baik agar nanti tumbuh kembang anaknya juga baik," ucapnya.

Fauzia menyebut, meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan Balita juga hal yang penting, dimana pada saat ini kebanyakan ibu-ibu lebih suka memberikan smartphone kepada anaknya ketika sedang rewel.

Padahal menurut Fauzia, hal tersebut sangat keliru, mengingat penggunan smartphone bagi anak=anak sangat tidak dianjurkan. Pihaknya pun selalu menyarankan agar ibu lebih aktif dengan anaknya ketimbang anak yang aktif dengan Hp ibunya, karena itu sangat kurang baik untuk perkembangan anak.

"Kelas ibu balita juga meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, bagaimana cara pencegahan dan perawatan Balita," katanya.

Siti (34), salah satu peserta kelas ibu balita mengaku bisa mendapatkan banyak pemahaman tentang bagimana mengurus anaknya yang masih dalam tahap perkembangan.

"Alhamdulillah saya jadi punya banyak ilmu, bagimana cara penanganan kalau anak rewel, kalau lagi nangis," ucapnya.

Menurut Siti, dengan adanya kelas ibu balita ini, banyak warga yang mulai faham bagaimana cara mengurus balita dan pemberian asupan makanan yang seringkali tidak diperhatikan.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR