Penunggak Pajak Bermotor Bayar di Jalan

Daerah

Selasa, 12 Februari 2019 | 14:18 WIB

190212142022-penun.jpg

Dally Kardilan

Salah seorang petugas razia gabungan sedang memeriksa kelengkapan pengendara sepeda motor.

PULUHAN pengendara sepeda motor yang terkena operasi terpadu tertib kendaraan bermotor atau razia gabungan terpaksa harus merogoh kocek untuk membayar pajak kendaraannya di tempat. Operasi yang dilaksanakan di Bunderan Wera, Dangdeur, Subang, Selasa (12/2/19) ini tidak hanya husus kendaraan roda 2 atau 4 sipil, tetapi semua kendaraan berplat merah maupun TNI/Polri.

Petugas gabungan terdiri dari Satlantas Polres Subang, Dinas Perhubungan, dan Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Subang serta Sub.Denpom melakukan pemeriksaan satu persatu kendaraan yang melintas lokasi razia. Mereka pun langsung melakukan penilangan yang tidak lengkap surat surat kendaraan termasuk kelengkapan pengemudi. Sebaliknya yang terlambat bayar pajak kendaraan dipersilakan untuk melunasinya di tempat.

“Tujuannya menggenjot penerimaan pajak kendaraan dan ini akan terus dilakukan karena kita pun memiliki target pendapatan sesuai dengan jumlah kendaraan bermotor yang ada,“ kata Kepala P3D Wilayah Subang, Ade Sukalsah, S.STP.,M.AP yang ditemui di lokasi razia sambil menyebutkan, kendaraan yang menunggak dan membayar pajak di tempat mencapai 20 kendaraan, sedangkan yang terkena tilang karena pelanggaran lalu-lintas sebanyak 45 kendaraan.

Dijelaskan, target pendapatan yang dibebankan untuk wilayah Subang pada tahun 2019 mencapai ratusan milyar rupiah. Untuk PKB sebesar Rp 115.264.000.000 dan sampai sekarang sudah tercapai 13,86%, sedangkan BBN 1/kendaraan baru ditargetkan mencapai Rp 132.231.000.000 dan sudah masuk hingga awal bulan Februari ini sebesar 9,92%.

“Tahun kemarin kita bersyukur, capaian target PKB jadi juara pertama dan BBNKB ketiga se-Jawa Barat, “ungkap Ade.

Kasatlantas Polres Subang, AKP Rendy Setia Permana melalui Kanit Turjawali, Ipda Joni Anwar mengatakan, operasi pada triwulan I dilaksanakan selama tiga hari dengan lokasi yang berpindah-pindah sesuai dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan.

“Tujuannya selain menertibkan pengendara kendaraan juga memfasilitasi masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan yang terabaikan, “ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR