Tol Cigatas Akan Bantu Pertumbuhan Perekonomian Tasikmalaya

Daerah

Senin, 11 Februari 2019 | 18:02 WIB

190211180326-tol-c.jpg

Septian Danardi

Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto.

KEBERADAAN Tol Cileunyi, Garut, Tasikmalaya (Cigatas) diyakini membuka akses warga Tasikmalaya yang terkendala macet. Selain itu, adanya tol Cigatas akan menjadikan perekonomian Kabupaten Tasikmalaya tumbuh lebih cepat.

Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, saat ditemui di Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (11/2/2019), peran pemerintah daerah, pastinya akan diperbantukan dalam merealisasikan proyek ini. Pihaknya terus mempertanyakan proses kelanjutan pembangunan tol sepanjang 126 kilometer tersebut, baik ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Ade memastikan, jika proses ini bergulir maka pihaknya akan membantu mempercepat pembebasan lahan yang akan digunakan untuk proyek tol tersebut.

"Kami dan warga Tasikmalaya sangat besar menaruh harapan terhadap pembangunan jalan tol Cigatas, sebab akan mendongkrak perekonomian warga Kabupaten Tasikmalaya.  Mudah-mudahan bisa segera terealisasi," katanya.

Pastinya, lanjut Ade, keberadaan tol akan bisa menghemat waktu dalam mobilitas warga Tasikmalaya. Ia menyatakan dalam pembangunannya nanti, pihaknya meminta agar ada exit tol di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami meminta ada pintu tol di Tasikmalaya, misalnya di Ciawi atau di Kadipaten sehingga Kabupaten Tasikmalaya merasakan manfaatnya," ujarnya.

Ditempat terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ullum mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah melakukan lelang dan melakukan penentuan lokasi terkait realisasi pembangunan Tol Cigatas.

"Pembangunan tol Cigatas sangat mendesak mengingat kemacetan di wilayah Priangan Timur yang mengganggu perekonomian dan tidak hanya terjadi di saat lebaran. Sekarang sudah sangat padat, bukan saja saat akhir pekan dan lebaran tapi juga hari biasa," katanya.

Progres Tol Cigatas, kata Uu, akan mulai realisasi secepatnya di tahun 2019 ini. Tol tersebut juga akan menunjang pariwisata di wilayah timur Jabar khususnya Pangandaran yang akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

"Saat ini sedang tahap penentuan lokasi dan nego dengan masyarakat yang nantinya terlewati proyek. Pemprov Jabar dan Pemerintah daerah diperbantukan untuk pembebasan lahan untuk terealisasinya proyek Tol Cigatas. Mengenai ganti rugi pembebasan lahan akan disesuaikan hasil penelusuran tim appraisal," katanya.
 
Uu menyatakan nantinya meminta ada pintu tol Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang tidak jauh di perbatasan keduanya. Sehingga, manfaat keberadaan tol untuk perkembangan ekonomi, sosial, dan lain sebagainya bisa dirasakan warga Tasikmalaya.

Dikatakannya, pembangunan tol di wilayah Jawa Barat bagian selatan akan dilakukan secara tiga tahap, yakni tahap pertama, Cigatas, untuk tahap kedua, Tasikmalaya - Banjar, kemudian tahap tiga Banjar-Cilacap.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR