Pemprov Jabar Belum Tetapkan KLB untuk Kasus DBD

Daerah

Rabu, 6 Februari 2019 | 19:05 WIB

190206190826-pempr.jpg

Agus Somantri

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat belum menetapkan kasus penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebagai kejadian luar biasa (KLB). Penanganan terhadap DBD pun sudah diminta secara maksimal.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan penyebaran penyakit DBD di Jawa Barat mengalami peningkatan. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini. Berdasarkan laporan dari setiap kabupaten/kota yang diterimanya, memang ada peningkatan kasus.

"Laporan dari setiap kabupaten/kota memang ada peningkatan kasus (DBD). Tapi sudah ditangani secara maksimal," ujar Uu saat menghadiri diklat IPPNU di Gedung Patriot, Jalan Cipanas Baru, Kabupaten Garut, Rabu (6/2/2019).

Menurut Uu, penanganan kasus DBD di Jawa Barat sudah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme. Ia menyebut, kasus DBD bukan kali ini saja terjadi. Diakui Uu, di musim hujan kasus DBD memang selalu mengalami peningkatan. Pasalnya banyak jentik nyamuk yang tak diketahui keberadaannya.

"Masyarakat juga harus tahu soal titik-titik jentik nyamuk. Jadi harus segera dibersihkan supaya tak menyebabkan DBD," ucapnya.

Diungkapkan Uu, pihaknya juga sudah meminta agar setiap lokasi yang sudah terkena DBD agar segera dilakukan pengasapan atau fogging. Selain itu, penyuluhan kepada masyarakat tentang sumber dan bahaya DBD juga harus terus disampaikan.

"Nanti kalau tidak tahu malah terlena dan bisa timbul lagi, timbul lagi (penyakit DBD)," katanya.

Uu menuturkan, selain melibatkan masyarakat umum, pihaknya juga berencana untuk memberikan pemahaman soal bahaya DBD kepada para santri. Diharapkan para santri bisa menjadi garda terdepan untuk memberantas DBD di lingkungannya.

"Kenapa tidak (libatkan santri). Santri pun harus diberi pemahaman soal kebersihan," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR