Mentan Beri Bantuan Ayam Kampung Untuk Rumah Tangga Miskin

Daerah

Jumat, 11 Januari 2019 | 14:56 WIB

190111145715-menta.jpg

Septian Danardi

MENTERI Pertanian, Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lokasi peternakan dan pertanian warga, sekaligus memberikan bantuan ayam kampung unggulan kepada 11 ribu lebih Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa Kiara Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (11/1/2019).

Ia berharap, dengan bantuan tersebut cita-cita Desa Mandiri Bibit Ayam Kampung Unggul dapat terwujud. Hal itu merupakan upaya Kementan untuk pengentasan kemiskinan dari sektor pertanian.

"Enam bulan lalu kami berikan bantuan ayam kampung kepada warga dan saat ini kami langsung meninjau, dan ternyata ayam tersebut sudah pada bertelur," ujar Amran di hadapan ratusan warga, termasuk RTM penerima bantuan, penyuluh tingkat Kabupaten, serta para santri dari sejumlah ponpes di wilayah Tasikmalaya.

Dikatakannya, dalam enam bulan terkahir pihaknya telah menggulirkan bantuan sekitar 20 juta ekor ayam kampung.

"Sekitar 20 juta ekor ayam kampung sudah bagikan ke warga miskin di seluruh Indonesia. Untuk Jawa Barat sendiri tahun ini sebanyak 2 juta ekor dibagikan kepada masyarakat miskin agar bisa menopang perekonomian," ujarnya.

Selain itu, lanjut Amran, guna keberlanjutan usaha pengembangan ayam kampung unggul di perdesaan, Ia juga menyerahkan bantuan berupa mesin tetas sejumlah 96 unit kepada 48 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

Bantuan juga diberikan untuk komoditas hortikultura dan perkebunan. Di antaranya sarana produksi yakni bibit manggis, pepaya, jagung manis, kacang panjang dan kopi arabika. Selain bibit juga pemberian pupuk organik, pupuk NPK, dan pupuk hayati serta sarana alat mesin pertanian meliputi cultivator, handspray, rotary, tractor roda 2, tractor roda 4, dan pompa air.

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian menyempatkan menyuapi telur rebus seorang ibu, telur yang dihasilkan dari peternakan warga.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR