Pendidikan Siaga Bencana Akan Dimasukan ke Kurikulum Sekolah di Garut

Daerah

Rabu, 9 Januari 2019 | 21:27 WIB

190109213023-pendi.jpg

Agus Somantri

DINAS Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut akan memasukan pendidikan siaga Bencana ke kurikulum sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan tingkat kesadaran dan pemahaman terhadap ancaman bahaya bencana, mulai siswa tingkat TK, SD dan SMP.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Totong,  S.pd, M.pd, mengatakan, Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki berbagai banyak ancaman bencana alam seperti banjir, longsor, angin puting beliung, gempa bumi, bahkan di pesisir pantai memiliki ancaman bencana tsunami.

"Garut ini salah satu daerah rawan bencana, karena itu akan kita siapkan kurikulumnya, menyiapkan kurikulum Sekolah Siaga Bencana," ujarnya, Rabu (9/1/2019).

Menurut Totong, meski saat ini kurikulum sekolah sudah gemuk, namun dipandang begitu pentingnya terkait antisipasi kebencanaan maka pihaknya berupaya untuk memasukan program sekolah siaga bencana tersebut ke kurikulum ekstra kulikuler.

"Karena tidak mungkin jika dimaskukan ke kurikulum intra kulikuler yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, khususnya yang menyangkut delapan standar pendidikan yang ada," ucapnya.

Totong menyebut, program kurikulum Sekolah Siaga Bencana penting diterapkan di setiap sekolah agar mengetahui tentang kebencanaan, termasuk ada materi tentang mengantisipasi bencana agar tingkat risiko bencana dapat diminimalisasi.

"Nanti sekolah siaga bencana itu membangun kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi kebencanaan, tujuannya membangun budaya siaga bencana," tuturnya.

Diungkapkan Totong, kurikulum kebencanaan itu akan diterapkan pada sistem pembelajaran ekstrakurikuler di sekolah, seperti Pramuka, PMI, Paskibra atau kegiatan sekolah lainnya sehingga tidak membutuhkan waktu tambahan belajar di sekolah.

"Pematerinya akan mendatangkan langsung dari orang yang berkompeten di bidang kebencanaan, seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Garut," ujarnya.

Totong menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPBD, atau Tagana yang mengetahui tentang materi kebencanaan. Materi yang akan disampaikan misalnya bagaimana awal antisipasi ketika ada bencana, dan apa yang harus dilakukan.

"Dengan menguasai pendidikan dasar kebencanaan tersebut maka saat terjadi bencana mereka sudah paham tindakan apa yang harus semestinya dilakukan,"katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR