Tidak Ada Sosialisasi, Proyek Pembangunan Transmart Didemo Warga

Daerah

Rabu, 9 Januari 2019 | 20:30 WIB

190109203140-tidak.jpg

Septian Danardi

SEJUMLAH warga Rancabango mendatangi lokasi proyek pembangunan Transmart di Jalan Ir Djuanda Kota Tasikmalaya, Rabu (9/1/2019). Warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Rancabango tersebut berunjuk rasa meminta pihak pemilik proyek untuk mensosialisasikan kepada warga terkait kebwradaan supermarket tersebut.

Warga yang pengunjuk rasa membawa spanduk berisikan tuntutan warga. Perwakilan dari warga melakukan orasi di depan gerbang proyek yang masih tertutup pagar dari seng kurang lebih setinggi 2,5 meter. Selama aksi berlangsung para pekerja proyek yang dinaungi PT Adhy Persada Gedung sempat menghentikan pekerjaannya sementara.

Koordinator aksi sekaligus ketua ketua RW 15 Kampung Rancabango, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Edi Kusmayadi mengatakan, aksi dilakukan untuk meminta sosialisasi dari pihak Transmart kepada warga. Hal ini tentunya bagi warga  terdampak secara langsung dengan adanya supermarket tersebut.

"Warga meminta pihak transmart ada sosialisasi kepada warga Rancabango, namun hingga saat ini proyek pembangunan sudah berjalan hampir satu tahun dan sudah mencapai 80 persen, sosialisasi terhadap warga tidak ada sama sekali," ujar Edi saat ditemui di lokasi.

Dirinya mengaku, selama pembangunan tidak pernah ada pihak Transmart yang datang kepada pengurus RW maupun warga lingkungan sekitar yang berdamping dengan lokasi pembangunan.

"Warga Rancabango merupakan yang paling terdampak terhadap adanya keramaian proyek gedung ini. Selain itu, kesibukan kendaraan juga akan lebih padat jika sudah jadi transmart. Ini bisa dibayangkan, anak-anak kami jika akan menyeberang jalan, kami gelisah sebagai orang tua," katanya.

Dikatakannya, Warga yang terjun demo berharap bisa menemui pihak Transmart. Namun yang ada di lingkungan proyek hanyalah pekerja. Sehingga warga merasa kecewa dan akan melakukan kembaki aksi unjukrasa jika tidak ada tanggapan.

"Kami berharap bisa bertemu dengan pihak Transmart, agar apa yang kami rasakan saat ini bisa tersampaikan. Tadi juga kami sempat berkomunikasi melalui telepon, keputusannya pihak Transmart melalui humas akan menemui warga Rancabango, namun teknisnya belum jelas," ujarnya.

Sebelumnya, kata Edi,  pihak warga telah melayangkan surat namun untuk pertemuan hingga saat ini belum ada. "Sejauh ini kami sudah layangkan surat kepada pihak Transmart tapi belum ada pertemuan, tadi baru ada obrolan melalui sambungan telpon ada itikad baik dari pihak transmart, akan tunggu," katanya.

Sementara itu salah satu warga, Dayat (44) yang melakukan unjukrasa mengancam bila pihak Transmart tidak kooperatif maka warga akan kembali menggelar aksi yang lebih besar lagi.

"Kami akan kembali demo jika tidak koperatif. Bangunan supermarket ini kan menghadapnya ke Rancabango, mungkin dampak ke kami akan sangat terasa," ujarnya.

Selain itu, lanjut Dayat, warga meminta saat penyerapan karyawan diprioritaskan kepada warga sekitar termasuk warga Rancabango. "Kami mengikuti kebijakan yang dijalankan perusahaan, hanya saja sejak membangun tak ada sosialisasi kepada warga. Diharapkan perusahaan bisa membuka lapangan kerja bagi warga. Kita sudah dua kali melakukan pertemuan namun tidak ditanggapi. Diterima pihak APG, tapi tak ada kesepakatan apapun," katanya

Menurutnya, selama ini beredar kabar di media sosial, bagi pelamar yang ingin bekerja di Transmart nanti bisa menghubungi RW setempat." Di media sosial harus menghubungi RW setempat ketika hendak melamar Transmart, padahal tidak tahu sama sekali atau ada kewenangan apapun dari perusahaan," katanya.

Usai melakukan aksi, warga membubarkan diri setelah pihak koordinator aksi telah berkomunikasi dengan pihak humas Transmart melalui sambungan telepon. Aksi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas sehingga terjadi antrian kendaraan.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR