181108202357-banji.jpg

Twitter

Evakuasi warga di Tasikmalaya.

Banjir dan Longsor di Tasikmalaya, Ribuan Warga Terisolasi

Daerah

Kamis, 8 November 2018 | 20:21 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

RIBUAN warga di Desa Cikuya dan Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, masih terisolasi karena jalurnya tertutup material longsoran tanah akibat terdampak banjir di wilayah selatan Tasikmalaya, Selasa (6/11/2018).

"Dua desa terisolir, karena jalan tertimbun bebatuan tanah dan pohon besar," kata Camat Culamega Kasminto kepada wartawan di Tasikmalaya, Kamis (8/11/2018).

Ia mengatakan, daerahnya terdampak bencana tanah longsor dan juga banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya.

Akibat bencana itu, kata dia, ada tujuh sampai delapan ribuan warga di Desa Cikuya dan Desa Bojongsari yang saat ini terisolasi, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas perekonomian maupun pendidikan.

"Sampai saat ini masih terisolir kurang lebih antara tujuh ribu dan delapan ribu warga," katanya.

Menurut dia, warga di dua desa itu membutuhkan bantuan dari pemerintah, terutama bantuan pengobatan karena warga terserang penyakit.

Menurut dia, upaya membuka jalur yang terisolasi itu membutuhkan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran tanah dan bebatuan yang menutupi jalan itu.

"Semua menghalangi akses jalan dan memang memerlukan alat berat, jembatan juga putus, solokan terputus," katanya.

Sebelumnya, daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya diguyur hujan deras menyebabkan air sungai meluap, mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan.

Selain itu, jembatan Pasanggrahan yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Garut terputus, bahkan bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah daerah saat ini sudah membuka posko gabungan untuk penanggulangan bencana yang dipusatkan di Cipatujah.

Berdasarkan data di posko gabungan sekitar 1.498 kepala keluarga terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di tiga kecamatan yakni Culamega, Cipatujah dan Karangnunggal.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR