181010184150-banya.png

Banyak Dihuni PL, Warga Sumedang Desak Aparat Tertibkan Kos-kosan

Daerah

Rabu, 10 Oktober 2018 | 18:39 WIB

Wartawan: Ade Hadeli

WARGA yang tinggal di sekitar tempat kosan di beberapa wilayah di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang mendesak aparat untuk segera melakukan penertiban. Desakan itu menyusul adanya dugaan jika, keberadaan sejumlah kosan tersebut, telah disalahgunakan oleh penghuninya.

Terlebih, setelah warga mengetahui jika, beberapa pekan lalu, ada sejumlah penghuni kosan yang diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab.Sumedang, karena positif memakai narkotika.

Selain itu warga juga dibuat geram, karena kerap memergoki penghuni kosan perempuan yang gonta-ganti membawa laki-laki bukan muhrim "Kemarin ada penghuni kosan yang diamankan karena positif pakai narkotika. Malah ada juga yang gonta-ganti membawa laki-laki ke dalam kosan. Karena itu, kami mendesak kepada aparat terkait untuk menertibkan keberadaan kosan di lingkungan kami," kata Yuni, ibu muda yang tinggal di sekitar kosan di Lingkungan Kelurahan Kota Kulon Kec.Sumedang Selatan Kab.Sumedang, Rabu (10/10/2018).

Menurut dia, penghuni kosan "bermasalah" itu diketahui berprofesi sebagai pemandu lagu (PL) dibeberapa tempat karaoke di wilayah Sumedang Kota. "Ya, wajar dong kalau kita curiga. Apalagi setelah kami sering melihat penghuni kosan yang umumnya berprofesi sebagai PL, pulang dalam kondisi mabuk dan bawa laki-laki ," ujarnya.

Keresahan warga, kian menjadi setelah ditempat pembungan sampah yang ada disekitar kosan itu, kerap ditemukan alat kontrasepsi bekas, seperti kondom dan test pack (alat penditeksi kehamilan).

Di samping itu, warga pun dibuat geregetan dengan ulah beberapa penghuni kosan itu. Pasalnya, mereka terkesan cuek saat mengenakan pakaian yang terkesan seronok.

Menurut warga, permasalahan itu, sudah disampaikan kepada aparat
kelurahan setempat. Dengan harapan, pengaduan mereka itu, bisa segera ditindaklanjuti oleh aparat terkait lainnya.

"Di samping risih dengan dandanan sebagian penghuni kosan yang terkesan “menantang” seperti itu, kami khawatir kalau suami kami kepincut. Kan bisa berabe, kalau tiba kita, kehilangan suami pada malam hari," ujar Rita.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR