180914191358-hingg.jpg

Ade Hadeli

Pelaksana Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Sumedang, Arifin Rahmat.

Hingga Agustus 2018, 96 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Wilayah Sumedang

Daerah

Jumat, 14 September 2018 | 19:13 WIB

Wartawan: Ade Hadeli

PADA musim kemarau sekarang, peristiwa kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Kab.Sumedang meningkat, dibanding tahun lalu.

Pelaksana Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja Kab.Sumedang, Arifin Rahmat, Jumat (14/9/2018), mengatakan, hingga akhir Agustus saja, tercatat sebanyak 96 kasus kebakaran, yang sudah ditangani. Kebakaran tersebut, terjadi pada bangunan rumah dan fasilitas umum dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 12,33 miliar.

"Angka itu hanya kejadian yang ditangani saja. Sementara itu, banyak juga kejadian kebakaran lainnya termasuk kebakaran hutan dan kebun yang tidak dilaporkan atau tidak kita tangani. Jadi berdasarkan data yang ada, pada musim kemarau sekarang kejadian kebakaran cukup meningkat dibanding tahun lalu, yang hanya mencapai 57 kasus dengan kurun waktu yang sama," terang Arifin.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan aparay polisi, pemicu kebakaran tersebut akibat korsleting listrik, ledakan tabung gas dan tungku pembakaran? serta pembakaran sampah. Sedangkan, kebakaran yang terjadi di hutan atau kebun, pemicunya adalah puntung rokok yang dibuang sembarang, dan mengenai semak belukar yang kering.

“Setiap musim kemarau, memang selalu ada peningkatan kebakaran. Baik itu akibat korsleting listrik, ledakan kompor gas, maupun karena faktor kelalaian lainya, seperti lupa mematikan tungku pembakaran dan membuang puntung rokok, sembarangan,” urainya.

Mengingat kejadian tersebut selalu terulang, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tertib lagi dalam menggunakan sumber daya listrik. Misalnya dengan mengusahakan untuk menghindari penggunaan sumber listrik, yang menumpuk pada satu titik. Demikian pula pada saat menggunakan kompor gas, diusahakan selalu memeriksa tidak ada selang atau saluran gas yang bocor.

“Hal-hal seperti itu, yang seharus selalu diperhatikan oleh masyarakat. Sebab dalam kondisi suhu tinggi seperti pada musim kemarau seperti sekarang, cukup berpotensi terjadinya kebakaran hebat. Terlebih pada bangunan yang terbuat dari material kayu dan bambu,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya telah selalu siaga satu, dalam menghadapi musim kemarau. Bahkan katanya, sekecil apapun  kebakaran itu, asalkan ada laporan pihaknya langsung menerjunkan tim pemadam ke lokasi kejadian.

“Prinsipnya, setiap ada laporan yang masuk, pasti akan kita tindaklanjuti, dengan mengirimkan tim pemadam kelokasi kejadian. Hal itu, dilakukan sekaligus untuk mengantisifasi terjadinya kebakaran yang lebih hebat dan meluas. Jadi, kami tidak melihat besar dan kecilnya kebakaran tersebut,” tandasnya.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR