180914180109-pgri-.jpg

Robi Taufik Akbar

Suasana rapat koordinasi PGRI dan Fagar Garut dalam membahasa aksi unjukrasa.

PGRI dan Fagar Garut Berencana Gelar Aksi Unjukrasa Tuntut SK Penugasan Guru Honorer

Daerah

Jumat, 14 September 2018 | 18:01 WIB

Wartawan: Robi Taufik Akbar

BELUM dikabulkannya penerbitan SK Penugasan bagi guru honorer oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, SH, MH. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Garut dan Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar), berencana menggelar aksi unjukrasa besar-besaran. Hal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang dilakukan PGRI dan Fagar, di Gedung PGRI Jalan Pasundan, Jumat (14/09/2018).

Dalam rapat koordinasi yang di hadiri seluruh pengurus tingkat Kecamatan, baik PGRI dan Fagar, aksi unjukrasa akan dilangsungkan pada Senin (17/09/2018) bertempat di lapangan Setda Garut dan Gedung DPRD Garut.

"Kami sepakat untuk melangsungkan aksi unjukrasa besar-besaran guna memperjuangkan hak guru honorer," ujar Ketua PGRI Garut, Mahdar Suhendar, didampingi Ketua DPP Fagar, Cecep Kurniadi kepada wartawan, Jumat (14/09/2018).

Dikatakan Mahdar, desakan guru honorer untuk mendapatkan SK Penugasan sudah sesuai dengan aturan permendikbud. Yang mana SK Penugasan tersebut sangat penting guna mendapatkan hak sebagai guru honorer termasuk dalam kesejahteraan guru.

"Dampak yang sudah jelas-jelas terjadi adalah, ada 520 guru honor yang mendapatkan tunjangan sertifikasi saat ini di berhentikan lantaran tidak memiliki SK Penugasan, serta tidak mendapatkan honor yang bersumber dari dana BOS," kata Mahdar.

Gelombang aksi unjukrasa, nantinya akan diikuti oleh lebih dari 10 ribu guru. Yang mana mereka sepakat untuk tidak mengajar sampai tuntutannya di kabulkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut.

"Saya sangat perihatin dengan kejadian ini. Bayangkan, KBM jadi terganggu," ucapnya.

Sementara Ketua Fagar Garut, Cecep Kurniadi, mengatakan, aksi mogok mengajar, sudah dilakukan oleh guru honorer yang ada di Kabupaten Garut.

"Kami semua sudah tidak lagi melakukan aktivitas mengajar. Bahkan, sampai hari ini aksi mogok mengajar terus meluas di Kabupaten Garut," ujarnya.

Diakuinya, aksi mogok mengajar akan terus dilakukan sampai tuntutan dikeluarkannya SK Penugasan oleh Bupati Garut.

"Kami akan terus mogok sampai tahun tuntutan kami di kabulkan," singkat Cecep.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR