180914174047-bpjs-.jpg

Dally Kardilan

Salah satu bangunan di RSUD Subang yang baru dipergunakan setahun kurang.

BPJS Nunggak Rp 9,6 miliar, Pasien Beli Obat di Luar

Daerah

Jumat, 14 September 2018 | 17:40 WIB

Wartawan: Dally Kardilan

TERLAMBATNYA klaim pembayaran BPJS Kesehatan terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang di Jalan Brigjen Katamso mengakibatkan terganggunya pelayanan, termasuk pengadaan obat. Akibatnya banyak pasen harus membeli obat ke apotek di luar rumah sakit.

“Jangankan yang menggunakan BPJS, keluarga saya saja pake umum tetap saja ada obat yang harus dibeli di luar,“ kata Deni, asal Sukamelang, Subang yang ditemui Jumat (14/9/2018) sore.

Ia menyebutkan, resep yang diberikan setiap akan ditukar di apotek yang ada di dalam ternyata ada saja obat yang tidak ada. Alasannya stock obat kosong.

Wakil Direktur RSUD Subang, Herdi didampingi Kasubag Humas, Mamat membenarkan kalau ada tunggakan yang belum dibayarkan sejak bulan Juli 2019 lalu dan telah melewati jatuh tempo pada tanggal 28 Agustus lalu.

“Memang ada tunggakan tetapi bukan satu-satunya yang menjadi kendala, tetapi memang berpengaruh terhadap operasional rumah sakit,“ ujarnya.

Disebutkan, pihak BPJS Kesehatan sendiri telah mendatangi rumah sakit terkait tunggakan tersebut, tetapi hingga kini  belum dapat membayar tunggakan dan entah sampai kapan. “Petugas yang datang waktu itu malah menyarankan untuk meminjam dana terlebih dulu ke bank untuk menutupi biaya rumah sakit,“ jelas Mamat.

Beberapa warga yang keluarganya dirawat mengeluhkan dampak adanya tunggakan ini. Akibatnya banyak nada sumbang yang terlontar di media sosial, seolah-olah rumah sakit tidak peduli terhadap pasen karena penunggu atau keluarganya pun bisa bisa menjadi ikut sakit. “Mudah-mudahan cepat selesai kalau memang permasalahannya akibat adanya tunggakan. Jangan sampai ada masalah lain hingga rumah sakit terancam bangkrut,“ ungkap Dilan.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR