180912185455-volum.jpg

Ade Hadeli

Volume Air Terus Menyusut, Waduk Jatigede bak Kota Mati

Daerah

Rabu, 12 September 2018 | 18:54 WIB

Wartawan: Ade Hadeli

KEMARAU yang berkepanjangan telah menyebabkan perairan Waduk Jatigede, Kab. Sumedang terus mengalami penyusutan. Dampaknya, puing bangunan milik warga yang sebelumnya sudah tergenang bendungan raksasa tersebut, kini timbul kembali. Alhasil situasi itu, nampak bak kota mati, seperti yang ada dalam cerita sebuah film.

"Kota mati" itu seperti nampak jelas di wilayah Desa Cipaku Kec.Darmaraja Kab.Sumedang dan sekitarnya.

Warga  yang kembali dapat melihat sisa bangunan rumahnya tak urung membuat mereka sedih. Pasalnya, mereka teringat kenangan masa lalu akan tanah kelahiran, dimana mereka dibesarkan. "Sedih juga, ya. Apalagi saat melihat sisa bangun, rumah kami yang masih utuh," ucap Darya warga sekitar genangan, Rabu (12/9/2018).

Seiring dengan itu, situasi telah telah memikat warga untuk melihat puing bangunan tersebut dari dekat. Tidak hanya warga sekitar genangan, akan tetapi pengunjung dari daerah lain pun berdatangan. " Saya mendengar kabar kalau sekarang Waduk Jatigede tengah surut. Karena penasaran kami sekeluarga datang kesini," kata Umar (55), yang mengaku asal Kab. Majalengka.

Dampak menyusutnya bendungan tersebut telah menyebabkan tanah timbul. Warga pun memanfaatkan tanah timbul d tersebut untuk menanam palawija, seperti jagung dan tanaman lainnya yang tidak membutuhkan banyak air. "Tanah timbul ini kami manfaatkan untuk menanam jagung. Mudah-mudahan saja hasilnya bagus," ujar Tarya, warga sekitar genangan Jatigede.

Namun begitu, tidak seluruh tanah timbul bisa dimanfaatkan. Pasalnya sebagian besar merupakan bekas permukiman, yang di atasnya masih dipenuhi puing bangunan. "Hanya sebagian kecil saja yang bisa dimanfaatkan untuk bertani. Karena sebagian  besar masih ada puing bangunan dan konstruksi beton yang masih kokoh," ujarnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR