180810195301-ustaz.jpg

dok/net

Ustaz Evie Effendi Sempat Ditolak di Kuningan

Daerah

Jumat, 10 Agustus 2018 | 19:53 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan melayangkan surat penolakan terhadap Ustaz Evie Effendi sebegaia pengisi ceramah di Hari Jadi ke-520 Kabupaten Kuningan. Surat perihal penolakan tersebut bernomor 38/PC/A.1/D-09/VII/2018 dikeluarkan 8 Agustus 2018.

Sedianya panitia Harjad ke-520 Kabupaten Kuningan menghadirkan Evie Effendi Selasa 18 September mendatang. Bertempat di Pendopo Kabupaten Kuningan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Baca Juga: MUI Jabar Surati Ustaz Evie Effendi

Dalam isi surat disebutkan, penolakan itu terkait isi ceramah Evie di Youtube yang dinilai tidak menyejukkan. Bahkan cenderung menyakiti warga NU dan menimbulkan keresahan di tengah-tengah umat Islam secara keseluruhan.

“Atas dasar pertimbangan tersebut, kami keluarga besar Nahdlatul Ulama (KBNU), menolak keras kehadiran Evie Effendi sebagai pengisi acara taushiyah di acara Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-520,” demikian bunyi surat penolakan tersebut.

Baca Juga: Banyak Reaksi, Ustaz Evie Effendi Minta Maaf

Masih dalam surat yang dikeluarkan PCNU Kuningan tersebut, jika Evie dihadirkan dan memberikan taushiyah pada acara, dikhawatirkan terjadi gelombang penolakan dari unsur masyarakat. Sehingga membuat situasi dan kondisi tidak kondusif.

“Karena itu kami mohonkan agar Bapak (bupati, red) dapat meninjau kembali rencana menghadirkan Evie Effendi. Dan alangkah bijaknya kalau panitia mengganti penceramah yang lebih menyejukkan,” tulis dalam surat.

Baca Juga: Tenangkan Warga Nahdliyin, GP Ansor Kota Bandung Minta Ustaz Evie Effendi Minta Maaf

Surat penolakan Evie tersebut ditandatangani Dewan Syuriah, KH Abdul Aziz Anbar Nawawi (Rois) dan KH Ubaidillah (Katib) serta Dewan Tanfidziah, KH Aminuddin (Ketua) dan KH Anang Asy’ari (Sekretaris). Surat itu ditujukan kepada Bupati Acep Purnama dan panitia Hrajad ke-520 Kabupaten Kuningan.

Diketahui, dalam tayangan Youtube ramai dengan ceramah Evi yang kontroversial terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Evi menyebutkan bahwa Muhammad awalnya dilahirkan dalam keadaan sesat. Sehingga memperingati Maulid Nabi Muhammad berarti memperingati kesesatannya (Muhammad).

Hal itu menurut Evie mengacu pada Q.S. ad-Dhuha ayat 7. Kata dhallan dalam ayat tersebut diartikan sesat oleh Evie.

“Setiap orang itu sesat awalnya, dhallan fa hadza, Muhammad termasuk. Maka kalau ada yang muludan, ini memperingati apa ini? Memperingati kesesatan Muhammad,” sebut Evie.

Setelah ramai diprotes, Evie melakukan tabayun dan meminta maaf kepada umat Islam. Dirinya mengaku tidak sedikit pun untuk melecehkan kekasih Allah.

“Ini musibah keterplesetan ucapan suatu ketika berceramah dalam keadaan capek. Lalu menafsirkan secara leterlek dari satu sudut pandang tentang kalimat sesat, tapi bukan maksud menyatakan, Nabi kita tersesat. Nauzubillahi minzalik,” kata Evie dalam keterangan persnya di hadapan wartawan.

Sumber: radarcirebon.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR