180807192440-smkn-.jpg

Agus Somantri

Sejumlah pelamar dari berbagai lulusan berebut mengisi kekosongan yang disediakan sekitar 50 perusahaan besar yang dilaksanakan SMKN I Garut dalam kegiatan Job Matching di Aula SMKN I Garut, Jalan Otista, Kabupaten Garut, Selasa (7/8/2018).

Tawarkan 1.100 Lowongan Kerja

SMKN I Garut Gandeng Puluhan Perusahaan Besar

Daerah

Selasa, 7 Agustus 2018 | 19:24 WIB

Wartawan: Agus Somantri

DENGAN menggandeng lebih dari 50 perusahaan besar baik dari dalam maupun luar Kabupaten Garut, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Garut menawarkan sekitar 1.100 posisi lowongan kerja baru bagi lulusan SMK/sederajat hingga Perguruan Tinggi (PT) yang usianya minimal 18 hingga 32 Tahun.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, menyebutkan, peluang lowongan kerja (loker) diKabupaten Garut saat ini terbuka lebar. Dari 1.100 peluang yang ditawarkan, baru sekitar 600 orang pelamar yang mendaftarkan diri.

"Kami melihat ini fenomena cukup bagus, peluangnya terbuka lebar," ujarnya selepas membuka job matching di SMKN 1 Garut, Jalan Otista, Kabupaten Garut, Selasa (7/8/2018).

Menurut Ahmad, terobosan SMKN 1 Garut membuka bursa lowongan kerja cukup membantu lulusan SMK dan masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai keahliannya. Apalagi lulusan SMK dinilai menyumbang pengangguran cukup banyak di Jawa Barat.

Diakuinya, untuk menaikan level keahlian siswa SMK, pihaknya pun memperbanyak pembangunan ruang praktek siswa (RPS) di tiap SMK baik negeri atau swasta di Jawa Barat.

"Kita bangun ruang praktek mesin pertanian, industri, otomotif, peluang badan ekonomi kreatif, wisata kita juga cujup besar," ucapnya.

Ahmad berharap, dengan upaya itu seluruh siswa lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja dengan baik. "Lulusan kita sebenarnya diminati negara maju, apalagi mereka kan menggunakan mekanisasi," tuturnya.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Djohar Arifin, mengatakan, total perusahaan yang mengikuti job matching sekitar 50 perusahaan yang berasal dari lokal dan wilayah Jabodetabek.

"Kebetulan ada top karir juga dari Jakarta yang bisa mendistribusikan tenaga kerja ke puluhan perusahaan," ujarnya.

Diungkapkan Dadang, dari 1.100 lowongan yang ditawarkan, baru sekitar 600 pelamar yang mengikuti tes hari ini. Meskipun jumlah pelamar masih jauh dari harapan, namun pihaknya menilai masih banyak masyarakat yang terus berdatangan.

"Jadi sebenarnya jika melihat jumlah (pelamar) tidak memenuhi, mungkin besok bisa mengajak lebih banyak lagi. Kebetulan kan acaranya dua hari hingga besok, masih ada kesempatan bagi masyarakat untuk datang," katanya.

Dadang menilai, ada beberapa keuntungan yang bisa diraih pelamar dalam job matching ini, mulai gaji yang ditawarkan harus di atas UMR dan UMK, juga memiliki kepastian bagi pelamar.

"Karena memang personal manajernya yang langsung turun ke sini dan daftar secara online," ucapnya.

Dadang juga mengimbau, adanya job matching seperti ini bisa dioptimalkan secara maksimal oleh masyarakat. Apalagi menurutnya saat ini sudah adanya pasar bebas sehingga harus mampu bersaing.

"Nanti Vietnam, Filipina dan Cina dengan leluasa masuk ke kita, jadi kita harus mampu bersaing," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR