180712212719-pasca.jpg

Agus Supriyatman

Pasca Penebangan Pohon, Warga Khawatir Jalan Raya Nasional Pangandaran Longsor

Daerah

Kamis, 12 Juli 2018 | 21:27 WIB

Wartawan: Agus Supriyatman

DALAM satu bulan ini, Perum perhutani wilayah Badan Pemangku Hutan BKPH Pangandaran KPH Ciamis Jawa Barat, telah melakukan penebangan pohon samping badan jalan raya nasional Banjar-Pangandaran sepanjang hampir 10 km. Alasan penebangan pohon tersebut setelah sebelumnya ada permohonan dari Muspika kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Namun dalam pelaksanaan penebangan pohon tanpa memperhatikan kultur tebangan dari kemiringan tanah. Sehingga warga setempat termasuk pengguna jalan raya nasional Banjar-pangandaran menghawatirkan efek setelah penebangan.

"Lihat saja pasca setelah penebangan yang dilakukan perum perhutani ini dalam kurun waktu satu atau dua tahun kedepan pada saat musim penghujan, saya meyakini akan ada longsoran tanah dari tebing yang mengarah ke badan jalan raya nasional," kata warga Emplak Kecamatan Kalipucang Ade Wawan, Kamis (12/7/2018).

Menurut Ade, harusnya pihak perhutani KPH Ciamis melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten Pangandaran. Jangan sampai surat permintaan penebangan yang dikeluarkan muspika Kalipucang disalah gunakan.

Pihak perhutani harus melihat dulu surat permintaan permohonan tersebut, bukan untuk dilakukannya penebangan dengan semena mena. Surat permohonan dari Muspika Kalipucang itu sangat jelas, hanya meminta pohon yang ada atau dekat bibir jalan raya nasional karena seringkali tumbang.

Hal yang sama diungkapkan Amas. Penebangan dari panjang bibir badan jalan raya nasional tersebut harusnya diperhitungkan dengan matang. Apalagi ini tanahnya sangat miring atau dibawah permukaan tanah adalah batu cadas yang sangat rawan longsor.

Camat kecamatan kalipucang, Sutriyaman membenarkan pihak muspika meminta perum perhutani untuk melakukan penebangan pohon yang berada dipinggir badan jalan raya nasional. Maksudnya untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang ke badan jalan.

"Saya tidak tau jika akhirnya pihak perhutani melakukan penebangan seperti itu. Karena itu haknya sebagai pemilik dari kawasan perhutani, jadi kami tidak bisa berbuat apa apa," katanya.

Sementara itu Perum perhutani KPH ciamis melalui RPH BKPH Pangandaran, Rasim membantan soal tudingan adanya upaya kesengajaan soal penebangan pohon-pohon di sepanjang bibir badan jalan yang dilakukan perhutani.

Menurutnya, penebangan pohon hasil kesepakatan muspika kecamatan kalipucang dan perhutani. Adapun produksi kayu dari penebangan pohon, itu hasil dari dampak kegiatan saja.

"Artinya kami bukan untuk mencari untung dari target produksi penebangan tadi,itu hanya dampak dari kegiatannya saja," katanya.

Dijelaskan Rasim, sebelum melakukan penebangan sudah dilakukan beberapa kajian dan memakan waktu hampir tiga bulan. "Kami dari perhutani tidak semena-mena melakukan penebangan pohon tanpa ada dasar. Bahkan jika tidak dipinta oleh muspika Kalipucang, tentu tidak akan kami tebang karena tidak ada rencana untuk penebangan," ujarnya.

Menurutnya, paska penebangan, pihaknya akan melakukan program pencegahan terjadinya erosi dengan cara menanami pohon-pohon yang kecil seperti coklat atau kopi. Dengan penanaman pohon tadi diharapkan tanah tersebut agar tetap terikat dan tidak terjadi longsor saat musim penghujan.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR