180712155409-demo-.jpg

Engkos Kosasih

Demo Mahasiswa Ikopin : Koperasi Bukan Bank Keliling dan Lintah Darat

Daerah

Kamis, 12 Juli 2018 | 15:54 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

PULUHAN mahasiswa Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Jatinangor menggelar aksi damai dalam rangka Hari Koperasi yang jatuh setiap tanggal 12 Juli di halaman depan Gedung Graha Bustanil Arifin Jalan Raya Soekarno, Kecamatan Jatinangor, Kamis (12/7/2018).

Para pengunjuk rasa mahasiswa Ikopin tersebut mengusung sejumlah spanduk dan poster. Dalam spanduk itu di antaranya bertuliskan 'koperasi amanat konstitusi, koperasi penyelamat ekonomi bangsa, apa kabar koperasi?, koperasi bukan bank keliling, selamat hari koperasi dari kami mahasiswa Ikopin. Selain itu poster bertuliskan revolusi mental versus ekonomi kerakyatan'.

Dalam spanduk tersebut bertuliskan sejumlah tuntutan yang ditulis oleh para mahasiswa Ikopin. Di antaranya, mereka menuntut rehabilitaai koperasi yang dijalankan Kementerian Koperasi RI, perbaikan sumber daya manusia koperasi. Para mahasiswa pun menuntut pemerintah harus mengawal pendidikan koperasi dan perjuangan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 tentang Koperasi. Para mahasiswa juga menuntut re-branding, sosialisasi, kampanye koperasi yang masif di seluruh Indonesia untuk kesejahteraan atau ekonomi masyarakat.

Untuk memperjuangkan ruh koperasi di Indonesia, sejumlah mahasiswa melakukan orasi secara bergantian dengan menenteng toa di hadapan para pengunjuk rasa lainnya. Mereka pun menyatakan cinta koperasi. Setelah berorasi di depan Graha Bustanul Arifin, para mahasiswa pun longmach menuju Jalan Raya Soekarno Jatinangor yang ada di depan Kampus Ikopin Jatinangor. Para pengunjuk rasa melakukan orasi di jalan nasional tersebut sambil membagikan selembaran kertas yang berisi tentang koperasi.

Karena para mahasiswa berbaris di ruas jalan, laju kendaraan yang melintasi Jalan Soekarno Jatinangor dari arah Cileunyi tujuan Sumedang sempat tersendat. Jajaran kepolisian, pengamanan Kampus Ikopin dan sebagian mahasiswa membantu memperlancar arus lalulintas. Aksi damai para mahasiswa itu berlangsung kondusif dan lancar.

Widi Rizaldi di antara pengunjuk rasa yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ikopin dalam orasinya mengatakan, terbentuknya koperasi itu, sebelumnya karena ada kesenjangan ekonomi masyarakat.

"Adanya koperasi itu untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. Koperasi merupakan sebuah organisasi masyarakat untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. Yang dilakukan kami targetnya untuk masyarakat," kata Widi kepada galamedianewslcom di sela-sela aksi damai.

Menurutnya, koperasi memiliki peranan yang sangat strategis dan koperasi bukan lintah darat.

Ia pun menyuarakan kepada masyarakat jangan sampai terjerat bank keliling atau bentuk pinjaman lainnya yang berkedok koperasi.
"Jika masyarakat mengerti tentang koperasi, tidak akan terbuai dengan pinjaman. Masyarakat juga harus melihat dan patut mencurigai jika ada penawaran pinjaman dengan bunga yang besar," kata Widi.

Untuk mengetahui koperasi yang benar, kata Widi masyarakat bisa melihat struktur kepengurusan lembaga atau organisasi tersebut. Selain mengetahui anggaran dasar dan sejarah terbentuknya.

"Memang saat ini masih banyak masyarakat yabg belum tahu tentang koperasi. Karena itu, kewajiban mahasiswa untuk mensosialisasikannya," katanya.

Tetapi sejauh ini, lanjut Widi, yang menjadi permasalahan dalam pembentukan koperasi itu ada pada sumber daya manusia.

"Masyarakat yang tak mengerti atau mengetahui koperasi bisa dibodohi bank keliling dan lintah darat. Jika masyarakat mengerti tentang koperasi akan sadar apa itu koperasi yang sebenarnya," ungkapnya.

Widi juga melihat perkembangan koperasi saat ini sangat memprihatinkan karena tidak sesuai dengan ruhnya atau jatidirinya. "Kami menginginkan ada rehabilitasi koperasi yang disesuaikan peraturan Undang-Undang. Tujuan koperasi itu untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat. Sebab, permasalahan ekonomi, solusinya ada di koperasi," ungkapnya.

Ditambahkan pengunjuk rasa lainnya Muhammad Andi Riansyah, koperasi penyelamat ekonomi bangsa, koperasi  bukan bank keliling. "Koperasi di Indonesia belum berkembang baik," katanya.

Menurut Andi, koperasi urat nadi perekonomian bangsa Indonesia. "Koperasi didirikan atas dasar keinginan masyarakat, bukan kehendak pemerintah," ucapnya.

Ia mengatakan, mensosialisasikan koperasi  tugas mahasiswa. Para mahasiswa pun menyatakan. "Jika ada 1000 orang berjuang di jalan koperasi, maka aku salah satunya. Jika ada 100 orang yang berjuang di jalan koperasi, pastikan aku salah satunya," pungkasnya.

Editor: H. Dicky Aditya



  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR