180710163228-cegah.JPG

Pepi Irawan

Kepala Seksi P2M BNNK Ciamis, Deni Setiawan berfoto bersama para santri Pontren Alhasan seusai memberikan pencegahan dini terkait bahaya narkoba

Cegah Bahaya Narkoba di Kalangan Santri Pontren Al Hasan Ciamis Menggandengs BNN

Daerah

Selasa, 10 Juli 2018 | 16:32 WIB

Wartawan: Pepi Irawan

Salah satu kegiatan pembinaan kepada santri baru di tahun ajaran 2018/2019, Pondok Pesantren Al Hasan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Ciamis mensosialisasikan pencegahan dini terhadap bahayanya narkoba, tepatnya di Aula Ar Raudloh Ponpes Al Hasan Jl. Jend. Ahmad Yani No. 120, Ciamis, Selasa (10/72018).

Rois'am Pontren Al Hasan, Jajang Nurdiansyah, mengatakan, tujuan pembinaan yang diikuti oleh 130 santriawan dan santriwati tersebut,merupakan santri Kelas VII dan X itu, bagian dari program tahunan dalam Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA),yang juga sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dini dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Masalah narkoba sekarang ini telah cukup mengkhawatirkan semua kalangan.Dan kegiatan ini salah satunya bekal kepada santri baru yang jauh dari pengawasan orangtua secara langsung,sehingga kedepan mereka memiliki benteng diri,dan terhindar dari bahaya narkoba,” jelasnya.

Kasi P2M BNNK Ciamis Deny Setiawan,menjelaskan,masalah narkoba sudah sangat mengkhawatirkan khususnya kalangan anak muda,apalagi Presiden Republik Indonesia mengatakan “Indonesia Darurat Narkoba”, sebab kejahatan atau penyalahgunaan narkoba akan berdampak lebih dahsyat terhadap kehidupan manusia apabila dibandingkan dengan perbuatan kejahatan lainnya yang sama-sama merugikan bangsa dan negara.

"permasalahan narkoba tidak hanya bisa ditangani BNN dan aparat saja, namun perlu adanya kerja sama dari semua pihak termasuk di lingkungan pendidikan, salah satunya dengan upaya melaksanakan sosialisasi tentang bahaya narkoba di lingkungan sekolah"ungkapnya.


Peran serta masyarakat termasuk di dalamnya dari lingkungan pendidikan untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan narkoba, sebagaimana di atur dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 104, bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor Narkotika.

"Dalam pasal 105 juga disebutkan, masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika."tambahnya.

Deni juga menghimba,apabila ada keluarga, teman yang terlanjur menjadi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, segara untuk melapor kepada pihak terkait atau langsung kepada BNN untuk direhabilitasi baik secara Rehabilitasi Medis atau Rehabilitasi Sosial.

Editor: Rahmat Sudarmaji

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR