Pembukaan Bioskop Garut XXI yang Ditutup Paksa Dihadiri Istri Bupati

radartasikmalaya

Kepala Bapenda kabupaten Garut Basuki Eko (tiga kanan) bersama Ketua P2TP2A Garut Hj Diah Kurniasari (dua kiri) berfoto bersama manajemen Cinema 21 saat soft opening Garut XXI Senin (11/6).

Pembukaan Bioskop Garut XXI yang Ditutup Paksa Dihadiri Istri Bupati

Daerah

Rabu, 13 Juni 2018 | 15:45 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

SATUAN Polisi Pamong Praja atau Satpol PP menutup paksa Bioskop Garut XXI yang berada di Ramayana Mall, Garut Kota, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018). Penutupan paksa dengan cara menyegel gedung bioskop itu dengan alasan tidak memiliki izin.

Bioskop Garut XXI itu baru sehari dibuka. Pembukaan bioskop itu, Senin, 11 Juni 2018 yang dihadiri oleh Diah Kurniasari, istri Bupati Garut dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Basuki Eko.

Baca Juga: Baru Sehari Dibuka, Bioskop Garut XXI Sudah Disegel Satpol PP

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Pemerintah Kabupaten Garut, Frederico mengatakan bahwa penyegelan Bisokop XXI yang dilengkapi dengan lima studio deluxe itu sudah sesuai dengan peraturan daerah dan peraturan bupati.

Frederico menuturkan bahwa Satpol PP sudah berkali-kali melayangkan surat kepada manajemen bioskop Garut XXI untuk menyelesaikan segala perizinannya. Akan tetapi, peringatan itu tidak mendapatkan respons hingga beroperasi.

"Ternyata kurang mengindahkan teguran dari pemda sehingga Satpol PP melakukan penyegelan," katanya.

Baca Juga: Nekat Beroperasi di Masa dan Balik Lebaran, Delman di Garut Terancam Terkena Sanksi

Surat teguran pertama, kata Frederico, dilayangkan Satpol PP dengan jangka waktu selama 7 hari, kemudian menyusul teguran kedua dan ketiga dengan jangka waktu masing-masing tiga hari. Hingga keluar surat peringatan terakhir menyegel bioskop yang memiliki daya tampung 698 penonton itu.

Proses penyegelan itu diberi waktu toleransi sampai pukul 23.00 WIB karena banyaknya warga yang sudah memesan tiket nonton film di bioskop tersebut.

"Karena pengunjungnya begitu banyak masuk ke bioskop, pada pukul 23.00 akan dilakukan penyegelan permanen," katanya.

Baca Juga: Dilarang Beroperasi, 631 Kusir Delman di Garut Dapat Konpensasi

Penyegelan tersebut akan dibuka dengan catatan pihak mengelola bioskop tersebut memenuhi prosedur perizinannya.

"Kalau ada resmi izin dari Pemerintah Kabupaten Garut selesai, baru dibuka kembali," katanya.

Manajer Operasional Bioskop Garut XXI Rizky menyatakan bahwa penyegelan itu terkait dengan belum adanya izin mendirikan bangunan (IMB).

Menurut dia, persoalannya ada pada pemilik tempat, yakni pihak Ramayana Mall, bukan pada pengelola bioskop.

"Yang dipermasalahkan IMB-nya, dan itu seharusnya dituju kepada pihak Ramayana karena kami sebagai penyewa," kata Rizky.

Sumber: kriminologi.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR