Banyak Pemudik Bermobil Gagap di Gerbang Tol Fungsional Ngemplak

net

Ilustrasi.

Banyak Pemudik Bermobil Gagap di Gerbang Tol Fungsional Ngemplak

Daerah

Jumat, 8 Juni 2018 | 19:36 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

PEMUDIK yang menggunakan jalan tol Solo-Ngawi yang selama mudik Lebaran 2018, banyak yang gagap ketika memasuki gerbang tol Ngemplak, Kab. Boyolali. Di pintu tol yang mulai difungsikan sejak Jumat (8/6/2018) pagi, banyak pengemudi mobil pemudik yang menempelkan kartu e-toll karena mengira jalan tol fungsional yang khusus dibuka untuk jalur mudik itu seperti jalan tol operasional berbayar.

Salah seorang di antara pengemudi, Sunaryo (35), mengungkapkan,  dia mengaku bingung saat akan menempelkan kartu e-toll di pintu masuk gerbang tol Ngemplak tersebut. Semula dia bermaksud membayar tol menggunakan kartu e-toll, tetapi palang pintu tol dalam keadaan terbuka dan perangkat tap kartu belum berfungsi karena masih digratiskan.

"Ya syukurlah kalau ternyata gratis," tuturnya singkat sambil melaju ke arah Ngawi.

Manajer Pengendalian Operasi PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN), Imam Zarkasih, menjelaskan, selama jalan tol ruas Solo-Ngawi diberlakukan sebagai tol fungsional, palang pintu di gerbang tol yang masih gratis memang belum difungsikan. Sehingga, dalam menghitung jumlah kendaraan yang melintas baik di jalur masuk maupun keluar  dicatat secara manual.

"Masih banyak pengemudi yang tidak tahu jalan tol ini gratis. Kami akan memasang pengumuman jalur ini masih gratis di jalur masuk tol," jelasnya.

Berdasarkan data PT Jasa Marga, sejak jalan tol dibuka pukul 06.00 Jumat pagi sampai sekitar tengah hari, jumlah mobil yang melintas gerbang tol Ngemplak tercatat sekitar 600-an. Imam Zarkasih memperkirakan, jumlah kendaraan yang masuk jalan tol fungsional Solo-Ngawi akan terus meningkat, karena kemungkinan mulai Jumat petang arus pemudik dari arah barat juga sudah akan terjadi peningkatan yang puncaknya pada H-3 Lebaran.

Dia memprediksi, jumlah kendaraan pemudik yang melintas jalan tol Solo-Ngawi mencapai 25.000-an lebih dan pada puncak arus balik mencapai 30.000-an lebih.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR